Diduga Sakit Pedagang Sayur Meninggal

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Harlin (38) warga Jalan Hasanudin, yang kesehariannya sebagai pedagang sayur keliling, pada Selasa (24/5) sekira pukul 08.45 Wit, ditemukan  meninggal saat sedang berjualan di Jalan Samratulangi, lorong Pongtiku.

Atas kematian Harlin saat sedang berjualan, membuat warga sekitar Lorong Pongtiku mendadak kaget. Pasalnya Harlin yang merupakan pedagang sayur keliling dan biasanya melayani warga di lorong tersebut, mendadak jatuh saat menawarkan dagangannya.

Menurut keterangan warga, kejadian berawal sekitar pukul 08.45 Wit, Harlin yang setiap harinya berjualan disekitar wilayah datang ke lokasi. Dimana pada hari naas tersebut, korban yang menggunakan sepeda motor Honda Supra 125 DS 4203 MF membawa penuh sayuran. Dan seperti biasa, korban memarkirkan kendaraannya sebelum melayani pembeli.

Namun sebelum turun dari kendaraan, salah satu pelanggan menanyakan, kenapa baru kelihatan. Korbanpun mengatakan, dirinya habis sakit malaria tersiana. Dan baru sembuh 2-3 hari lalu.

" Dia (korban) memang sering jualan disini, karena dia baru muncul kita sempat tanyakan. Dia bilang katanya sakit," kata Ani salah satu pelanggan  korban.

Setelah menjawab pertayaan tersebut, korbanpun menyandarkan sepeda motornya. Namun sesaat korban melepas helm dan berkata kepalanya pusing-pusing. Korbanpun mendadak jatuh dan kejang - kejang. Setelah korban diam dan tidak bergerak wargapun mencoba memeriksa denyut nadi, namun dirasa sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan alias meninggal.

" Setelah melepas helm dan menaruhnya di stang motornya, koban tiba tiba kejang dan jatuh. Dan selanjutnya sudah tidak bergerak lagi."katanya.

Melihat kondisi pedagang sayur yang  sudah tidak bernyawa tersebut. Warga sekitarpun langsung menghubungi pihak Polsek Mimika Baru.

Selang beberapa menit, anggota Polsek Miru yang dipimpin oleh Bripka Abdul Malik tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Dan dengan bantuan tim identifikasi Polres Mimika, melakukan olah TKP.

Usai olah TKP, korban akan dibawa ke RSUD untuk kepentingan visum. Namun dari pihak keluarga korban yang datang menolak untuk dilakukan visum. Dari hal tersebut, keluarga korban diminta untuk menandatangani surat penolakan visum tersebut. Dan selanjutnya, korbanpun dibawa ke rumah duka di Jalan Hasanudin, dengan menggunakan ambulan milik Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB).

" Pihak keluarga tidak mau dilakukan visum, dan mengakui kalau korban belum sembuh total dari penyakitnya. Dimana salah satu korban menyampaikan isih loro kok dodolan (masih sakit kok jualan,red)," kata Bripka Malik saat ditemu wartawan di TKP.(Saldi Hermanto)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar