Pengrajin Noken Butuhkan Sanggar

Bagikan Bagikan
Penjualan Noken di Jalan Budi Utomo 

SAPA (TIMIKA) - Lurah Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika,  Anselmus Teturan mengatakan warganya meminta kepada pihak pemerintah daerah agar bisa menyiapkan satu wadah atau tempat bagi mama-mama untuk mengembangkan kerajinan tangan mereka, sehingga tidak saja memajang hasil kerajinan mereka di pinggir jalan.

“Masyarakat yang berada di Kelurahan Kebun Sirih hendak memajukan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh mama-mama Wamena seperti noken dan topi anyaman yang bahannya didatangkan langsung dari Wamena. Namun sejauh ini mereka terkendala tempat atau sanggar untuk mengembangkan kerajinan tangan tersebut, dan keluhan tersebut telah disampaikan ke pihak Kelurahan untuk ditindak lanjuti.

"Tapi mereka keluhkan karena mereka belum ada wadah atau tempat, jadi dorang minta dari Pemerintah supaya bisa sediakan satu tempat untuk kerajinan tangan itu bisa diakomodir dengan baik oleh Pemerintah," ujar Anselmus saat ditemui Salam Papua diruang kerjanya, Senin (18/7).

Menurutnya, hal tersebut sangat positif yang telah dilakukan oleh masyarakat, namun mereka mengharapkan perhatian dari Pemerintah dalam hal ini suatu wadah untuk menaungi mereka dan permintaan tersebut akan diteruskan ke tingkat Distrik.

"Masyarakat di kelurahan sini mereka mau kembangkan mereka punya kerajinan tangan seperti noken dan topi jadi mereka mau kembangkan disini dan bahannya mereka sudah datangkan dari wamena," ujarnya.

Selanjutnya Anselmus menyatakan bahwa banyak mama-mama yang telah bergabung untuk menjalankan usaha kerajinan yang dibuat oleh mereka namun mereka hanya bisa menjualnya dipinggir jalan sedangkan kondisi mereka sangat memprihatinkan karena harus menjual kerajinan tersebut harus berpanas-panasan di bawa terik matahari dan mengantisipasi hujan yang datang kapan saja.

"Karena kerajinan tangan yang dorang buat baru dijual dipinggir jalan itu sangat memprihatinkan, karena mereka hanya jualan di pinggir jalan, mereka kena hujan panas dan lainnya hanya untuk jual kerajinan tangan itu," jelasnya.

Apabila wadah yang diminta telah disiapkan oleh Pemerintah, kerajinan tangan yang dibuat untuk dijual pastinya akan terarah dan disesuaikan dengan harga pasar, tinggal disampaikan untuk masyarakat luas yang membutuhkan kerajinan tangan pastinya akan datang dengan sendiri di sanggar yang telah disiapkan.

"Kalau sudah wadah, tinggal dipublikasikan buat masyarakat dan pastinya masyarakat yang membutuhkan noken dan sebagainya akan datang untuk beli di sanggar yang iita sudah buat," terangnya.(Ricky Lodar)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment