Aksi Mogok Karyawan Masih Menunggu Koordinasi SPSI dan Manajemen PTFI

Bagikan Bagikan
Ribuan serikat pekerja saat mengikuti koordinasi dalam rangka mogok kerja
SAPA (TIMIKA) -  Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PTFI, Yapet Panggala, Minggu (30/4) malam mengatakan, pihaknya sejauh ini terus menjalin komunikasi dengan pihak manajemen Freeport. Akan tetapi, jika sampai Pukul 00.00 Wit malam ini belum juga ada kesepakatan, maka aksi mogok kerja dipastikan berlanjut. 

"Sampai detik ini belum ada kesepakatan. Kalaupun sampai Pukul 00.00 Wit nanti tidak ada, kami tetap menjalankan surat (pemberitahuan mogok kerja) yang sudah diberikan kepada para pihak," tandasnya.  

Yapet membantah adanya instruksi secara khusus kepada seluruh pekerja untuk mendukung mogok kerja. Karena aksi  ini murni merupakan panggilan hati nurani karyawan yang ingin bergabung memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan. 

"Harapan kami mereka bergabung untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama. Dan tidak ada surat instruksi secara khusus kami berikan kepada teman-teman di lapangan," jelasnya. 

Dia juga menyayangkan adanya imbauan manajemen Freeport yang berbunyi "5 hari atau lebih mangkir kerja berturut-turut tanpa keterangan atau bukti sah, sanksinya PHK". Menurutnya, aksi mogok kerja hanyalah sebagai akibat dari persoalan tenaga kerja yang dimulai sendiri oleh pihak manajemen. 

Adapun manajemen Freeport dinilai sepihak dalam memberlakukan program furlough (merumahkan) ribuan pekerja. Program inipun tidak termuat dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.

 "Sesungguhnya yang membuat duluan persoalan ini adalah manajemen. Tidak mungkin ada reaksi kalau tidak ada aksi," ujarnya. 

"Kami lakukan (mogok kerja) ini atas apa yang dilakukan kepada kami. Terkait imbauan itu, kami sudah lakukan komunikasi, kemudian kami ajak berunding tetapi manajemen menolak segala anjuran kami," sambungnya.

Yapet menegaskan, mogok kerja sesungguhnya bukan tujuan serikat pekerja. Akan tetapi, mogok kerja sebagai alat dalam perjuangan ini. 

"Kami melakukan prosedur sebagaimana yang termuat dalam UU No 13 tahun 2003 khususnya pasal 137," tegasnya. 

Kini manajemen Freeport dan serikat pekerja belum menemui kata sepakat menyangkut Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Serikat pekerja mengkehendaki agar karyawan kembali bekerja tanpa PHK, namun manajemen tidak bisa memberikan jaminan akan hal itu. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment