BBPOM Perlu Awasi Peredaran Bahan Pangan di Mimika

Bagikan Bagikan
Sekda You ketika memberikan sambutan ketika membuka kegiatan Balai Besar POM Jayapura
SAPA (TIMIKA) – Untuk menghentikan peredaran makanan dan minuman kadaluarsa di Kabupaten Mimika, perlu adanya pengawasan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura. Karenanya, Sekda Mimika Ausilius You,S.Pd.,MM.,MH meminta adanya jalinan kerjasama antara BBPOM Jayapura bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika.

“Saya minta adanya kerjasama antara BBPOM dengan Disperindag. Sehingga peredaran makanan dan minuman kadaluarsa di Mimika bisa tuntas. Dengan demikian, masyarakat tidak menjadi korban,”kata You saat membuka kegiatan Reorientasi Keamanan Pangan di Daerah, Kemitraan Stakeholder dan Komunikasi Dua Arah Dengan Komunitas Desa, Gerakan Keamanan Pangan Desa yang dilaksanakan oleh BBPOM Jayapura, pada Kamis (20/4).

Kata Sekda, kerjasama ini sangat penting, mengingat peredaran hasil pangan di Kota Timika semakin marak dan sering menjadi bahan pengaduan masyarakat selaku konsumen. Terlebih, masyarakat yang menjadi konsumen, belum sepenuhnya mengetahui kualitas dari semua makanan dan minuman yang beredar di Timika. Dengan demikian, peran penting BBPOM untuk menjalin kerjasama yang serius bersama dinas terkait, serta instansi-instasi pelaku yang memperdagangkan makanan dan minuman di seluruh wilayah Mimika.

Lanjutnya, karenanya, perlu juga jalinan kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam pencegahan peredaran obat-obatan yang telah melewati masa berlaku. Sebab hal tersebut sama halnya dengan bahan pangan. Dimana kedua hal tersebut juga tidak bisa diketahui pasti oleh seluruh masyarakat.

“Kita semua tidak tahu  dimana buah atau sayur dipetik. Entah di ladang, di sawah atau juga di kebun dan waktu petiknya kapan kita juga tidak tahu. Yang kita tahu cuman makan, lalu merasakan efeknya,”ungkapnya.

Menurut You, peredaran bahan pangan yang telah kadaluarsa tentunya sangat merugikan masyarakat. Karenanya, melalui kegiatan ini diharapkan adanya sentuhan langsung kepada setiap petani, agar memahami secara benar tentang pentingnya menjaga kualitas hasil pangan. Khususnya , untuk desa yang kader pertanian merupakan Mama-mama asli.

“Harus disosialisasikan secara langsung terutama kepada Mama-mama, agar supaya mereka mengerti betul,”tuturnya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment