Biaya Ujian SMK Selangit Memang Tanggungan Orang Tua

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Biaya pelaksanaan ujian di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Mimika yang mencapai angka lebih dari Rp3 juta, memang sudah tak terbantahkan menjadi tanggungan orang tua siswa, tanpa memandang kemampuan ekonomi mereka. 

Seperti di SMK Negeri 3 yang beralamat di Jalan Cenderawasih yang pada pelaksanaan rangkaian ujian pada Maret lalu, mematok angka Rp3,3 juta bagi setiap siswa yang akan mengikuti ujian. Hal yang sama juga diberlakukan di SMK Tunas Bangsa.

Meskipun biaya tersebut berupa pinjaman yang akan diganti bila sekolah telah menerima anggaran ujian dari Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen), akan tetapi penggantian kepada orang tua siswa tidak sesuai dengan jumlah yang telah dipinjamkan.

Kepala SMK Tunas Bangsa, Geradus Gadu saat diwawancarai Salam Papua beberapa waktu lalu disekolahnya menjelaskan, penggantian biaya ujian yang dipinjam dari orang tua selama ini memang tidak sesuai dengan jumlah yang dipinjam, hal ini dikarenakan pembiayaan pelaksanaan ujian oleh Dispenmen hanya berjumlah kurang lebih Rp1 juta. Untuk itu pembiayaan lainnya dikatakan Geradus memang sudah menjadi tanggungan orang tua.

“Dispenmen biayai ujian itu tidak sesuai dengan biaya ujian yang kita butuhkan. Mengingat kami di SMK menjalani serangkaian ujian diantaranya ujian sekolah berbasis nasional (USBN), ujian sekolah (US) dan uji kompetensi keahlian (UKK) yang memang membutuhkan biaya cukup besar,” jelasnya.

Geradus mengatakan, pihak sekolah selalu berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk pemungutan biaya ujian, meskipun memang sangat mahal dan yang dikembalikan tidak sesuai dengan jumlahnya, akan tetapi orang tua menyetujui untuk membiayai ujian yang diikuti oleh anaknya.

Sementara itu, Sekretaris Dispenmen, Yohana Arwam saat diwawancarai Salam Papua, Selasa (25/4) diruang kerjanya gedung Pusat Pemeritahan, membenarkan bahwa pembiayaan pelaksanaan ujian di SMK oleh Dispenmen memang tidak sesuai dengan biaya yang dibutuhkan.

“Anggaran untuk biaya ujian masing-masing sekolah ada, tetapi tidak sebesar kebutuhannya. Kami Dispenmen sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi memang itu yang bisa kita biayai,” katanya.

Yohana menambahkan, pihaknya telah mengusulkan terkait pembiayaan UKK di SMK, akan tetapi masih belum diterima. Ia pun berharap kepada pengambil kebijakan agar kedepan bisa memperhatikan lebih hal-hal seperti ini.

“Setiap tahun kami usulkan untuk uji kompetensi keahlian di SMK, akan tetapi yang dijawab cuma segitu. Kami juga sebenarnya menyayangkan orang tua yang harus membayarkan biaya ujian yang cukup mahal, tetapi kami juga tidak punya kemampuan untuk berbuat lebih,” tutupnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment