Cek Kedisiplinan, Wabup Mimika Sidak Setiap SKPD

Bagikan Bagikan
Wabup ketika mengecek daftar hadir di Kantor Dinas Tata Kota
SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang, SE.,M.Si  melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Kantor Pusat Pemerintahan, Jalan Cenderawasih, Poros SP 3, guna mengecek kedisiplinan pegawai, Rabu (26/4).

Dalam Sidak tersebut, Bassang yang didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja S. Marandof dan beberapa staf Bagian Protokoler tersebut, mengambil daftar hadir seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Honorer disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang disambanginya. 

Seluruh daftar hadir yang diterima Bassang, akan dikumpulkan sehingga bisa diketahui siapa pegawai yang rajin dan loyalitas, sehingga dicatat sebagai prestasi yang kelak bisa menunjang kenaikan jabatannya.

Selain mengambil daftar hadir, Bassang juga memberikan arahan semangat kerja bagi seluruh pegawai. Sebab menurut Bassang, sebagai manusaia yang hidup bersosial harus saling menyadari agar tidak terlarut dalam kelengahan yang bisa mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. 

“Saya hanya ingin mengecek kehadiran bapak dan ibu saja. Saya mau yang malas-malas itu usahakan bisa sadar diri dan rajin masuk kantor. Kalau kalian malas terus yang terima resiko diri kalian sendiri,” tutur Bassang. 

Sebagai Pimpinan dalam setiap SKPD, kata Bassang harus bisa menjalin koordinasi dalam berbagai hal bersama seluruh stafnya, serta melibatkan seluruh stafnya dalam setiap kegiatan, sehingga secara tidak langsung memberikan pelajaran bagi para stafnya.

“Coba Pimpinan itu harus jalin kerjasama dengan bawahannya supaya selalu dikenang. Kalau pimpinan bisa menghafal seluruh bawahannya, maka berarti dia juga bisa tahu sejauh apa loyalitas bawahannya itu,”tuturnya.

Selain mengarahkan terkait disiplin bekerja, Bassang juga meminta seluruh pegawai harus menjaga toleransi dalam keragaman suku, adat dan agama. Hal ini diingatkan Bassangm sebab dirinya tidak menginginkan masyarakat Mimika terpengaruh dengan isu politik yang berkembang di daerah lain termasuk di Jakarta.

Dalam satu kantor menurut Bassang sangat tidak bagus jika hanya terdiri dari orang-orang yang berasal dari satu suku, adat atau pun agama. Akan tetapi, akan lebih indah dan damai jika di dalam satu kantor berisikan pegawai yang berbasal dari berbagai suku, sehingga bisa saling berbagi dari perbedaan tersebut.

“Jangan karena saya dari Toraja, itu berarti saya setiap datang kantor itu cari sesama toraja untuk bercerita. Itu tidak baik, lebih bagus itu kalau yang dari Toraja bisa berbaur dengan orang dari Jawa, Papua ,Bugis, Timor dan yang lainnya. Kebersamaan itu Indah,”ungkapnya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment