Dinas PMK Asmat Gelar Tes Pendamping ADD

Bagikan Bagikan
Tampak peserta test sedang menuju ke kursi penguji test wawancara pendamping dana ADD
SAPA (ASMAT) – Dinas Pemerintahan Kampung (PMK) Kabupaten Asmat yang bekerja sama dengan tim pendamping dari Propinsi Papua, menggelar tes tertulis dan wawancara kepada 160 orang peserta pendamping Alokasi Dana Desa (ADD).

Pelaksanaan tes tertulis dan wawancara digelar di Aula Widyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Jum,at (21/4) yang diikuti 160 peserta. Dimana jumlah ini merupakan peserta yang lolos dari 350 lebih yang melamar sebagai tenaga pendamping ADD di tingkat kampung. 

Dari data media ini, materi tes tertulis meliputi, visi misi pemberdayaan masyarakat kampung dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya. Dan dilanjutkan dengan test wawancara kepada para peserta yang hendak memilih menjadi tenaga pendamping ADD.

Tampak dari sekian penguji dari Pemkab Asmat, Asisten I Setda Asmat, Yustus Kakom, S.Sos dan Sekretaris PMK Kabupaten Asmat dan sejumlah Kabid di PMK Kabupaten Asmat bertindak sebagai penguji bekerja sama dengan tim pendamping ADD dari Propinsi Papua.

Salah satu peserta yang mengaku bernama Anisa menyebutkan, dirinya sudah menjadi pendamping ADD dari tahun yang lalu. Dan keikutsertaannya ini, karena untuk menjadi pendamping harus melewati dua tahap tes perekrutan tenaga pendamping kampung. 

“Saya kemarin sudah lolos seleksi berkas. Dan sekarang, saya mengikuti tes tertulis dan wawancara,”kata Anisa saat ditemui Salam Papua di sekitar Aula Widyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat.

Sementara salah satu peserta yang usai mengikuti tes wawancara mengatakan, dirinya tadi agak berat dan sangat sulit menjawab pertanyaan Asisten I Setda Asmat Yustus Kakom yang mempertanyakan alasan memilih menjadi pendamping tenaga ADD di Asmat. 

“Saya ditanyai soal itu. Saya akui pertanyaan itu salah menjawab pasti beliau akan mengejar terus jawaban saya. Jadi ya saya diam saja dan menjawab apa adanya,” kata salah satu peserta yang berhasil ditanyai media ini soal materi wawancara yang diwawancarai para penguji sambil meminta namanya tidak dikorankan. 

Dari 160 peserta yang mengikuti tes tertulis dan tes wawancara, hampir 90 persen peserta anak-anak Papua.  Anak-anak pendatang diperkirakan hanya 10 persen. (Sergi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment