FPIK-IPB Lakukan Analisis Industri Perikanan Mimika

Bagikan Bagikan
Suasana pertemuan FPIK-IPB bersama Pemkab Mimika
SAPA (TIMIKA) -  Dalam mendukung percepatan industri perikanan Nasional, Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) yang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mimika, melakukan analisis percepatan industri perikanan di wilayah Kabupaten Mimika.

Ketua Tim Peneliti FPIK-IPB, Tri Wiji Nurani di Ruang Pertemuan Lantai III, Kantor Sentra pemerintahan, Kamis (27/4) mengatakan, tema pengenalan yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah Analisis Ekonomi dan Value Chain untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Industri perikanan Nasional, dengan satu tujuan utama adalah agar Industri perikanan di wilayah Papua, khususnya Mimika bisa bersaing dengan wilayah lain di Indonesia.

“Kami disini mau melakukan analisa terkait perkembangan industri perikanan di Mimika, kemudian nanti kami laporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,”ujar Tri.

Katanya, dalam pertemuan bersama Pemkab Mimika, pihaknya sengaja melibatkan seluruh Dinas  atau pemangku kepentingan, seperti DKP, Dishubkominfo, Balai Karantina Ikan dan TNI AL, dengan  tujuan untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentang industri perikanan Mimika. Selain itu, untuk memberikan kontribusi akademis kepada rencana aksi penyusunan strategi, dan upaya-upaya percepatan industri perikanan Nasional yang dilakukan oleh KKP melalui analisis ecologis economic dan value chain.

“Mulai Kemarin (Rabu 26/4 Red) kami mengecek seperti apa kesiapan DKP, pola nelayan lokal dalam menangkap dan memasarkan ikan, serta pengolahan ikan,”jelasnya.

Sedangkan Kepala DKP Mimika Eddy Santoso mengatakan, informasi dan hasil analisis yang dilakukan akan lebih terfokus pada pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Yang mana Mimika sebagai salah satu daerah terpilih dari 19 daerah lain di Indonesia. Eddy  juga mengatakan secara umum SKPT yang berlokasi di area Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), Pomako, Timika sudah berjalan sejak 2015 dan didukung dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai. 

"Kita sudah punya dermaga yang dapat disadari oleh kapal-kapal penangkap ikan berkapasitas besar, tempat penampungan ikan, dan beberapa fasilitas lain yang sudah berjalan baik," ujarnya. 

Selain itu kata Eddy ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan DKP Mimika bersama dengan KKP antara lain menambah fasilitas penerangan di area PPI Poumako. Dimana selama ini kekuatan listrik yang digunakan adalah hanya 600 KWA, sementara yang dibutuhkan 1 MW atau 1000 Watt. Sehingga bisa mencakup pasokan arus ke seluruh alat dan penerangan area.

“Bagaimanapun kebutuhan listrik sangat diperlukan, karena peralatannya semua harus pakai arus listrik. Kekuatan listrik yang sekarang itu sangat kurang dan perlu penambahan lagi,”ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati, Yohanis Bassang ketika membuka pertemuan tersebut menjelaskan, Pemkab Mimika sangat menyambut dengan senang hati setiap program yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Namun dirinya berharap FPIK-IPB dan DKP Mimika mampu merealisasikan program, agar industri perikanan Mimika bisa sejajar dengan daerah lain.

“Yah mudah-mudahan FPIK-IPB tidak seperti program lain, yang hanya sebentar saja lalu menghilang. Karena kebiasaan di Indonesia ini, menjalankan sesuatu tidak konsisten. Tapi saya yakin FPIK-IPB bisa melakukan hal itu,”ujar Wabup Bassang. (Acik N)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment