Guru di Mimika Harus Mampu Meningkatkan Jiwa Profesionalisme

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni Ohestin Usmany mengatakan, guru harus mampu meningkatkan jiwa profesionalisme didalam diri masing-masing. Hal itu agar setiap guru yang ada di Kabupaten Mimika tidak ketinggalan dengan guru-guru yang ada di luar Mimika. 

Ketika menghadiri Workshop Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Peningkatan Karir Guru Diknas 2017, yang digelar sejak tanggal 25 - 27 April 2017 di gedung Multi Purpose Community Center (MPCC) Jalan Cenderawasi, Jenni menjelaskan selain meningkatkan mutu dalam pelayanan pendidikan, setiap guru perlu meningkatkan pendidikan karakter yang merupakan pedoman dalam mendidik siswa. 

“Mau atau tidak mau sebagai guru kita harus bisa meningkatkan profesionalisme kita sebagai guru, dan itu yang dituntut pemerintah supaya mutu pendidikan lebih bagus,” tuturnya.

Dengan demikian, Jenni mengakui sangat mendukung setiap program yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta kegiatan-kegiatan lain yang bisa meningkatkan mutu dan kualitas guru.

Kata Jenni, mutu guru di Mimika harus bisa seperti guru di daerah-daerah lain di Indonesia, tetapi itu harus dikembalikan lagi kepada setiap pribadi guru itu sendiri. Diakuinya, kebanyakan guru merasa mampu ketika selesai menjelaskan suatu mata pelajaran yang disesuaikan dengan buku dari sumber-sumber tertentu. Namun sebetulnya guru yang dimaksud tidak bisa mengaplikasikan dan mengembangkan apa yang tertuang didalam buku materi tersebut.

“Kadang kita selalu berpatok pada buku tertentu saja tanpa menggali dari kreatifitas kita sendiri. Kita harus bisa bersaing dengan guru-guru di daerah lain seperti di Jawa sana,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan workshop Jenni mengharapkan setiap guru bisa menyamakan persepsi dalam menyusun setiap soal USBN bagi siswa ajarnya di Mimika, selain itu kualitas setiap guru bisa semakin baik dengan adanya pelatihan-pelatihan dan pertemuan serupa.

“Inikan workshop penyusunan soal USBN, itu berarti kesempatan setiap guru untuk lebih mapan dan profesional. Saya harap semua guru yang ikut bisa menerapkannya dengan baik,” harapnya.

Sementara itu ketua panitia workshop, Naomi Sahertian, mengatakan bahwa para guru selaku peserta dalam workshop yang diadakan ini berinteraksi dengan baik, bahkan mampu memahami setiap materi yang dipaparkan. 

Naomi juga mengakui tingkat mutu dan kualitas seorang guru bukan hanya dinilai bagus ketika guru tersebut mampu berdiri dan menyampaikan materi-materi dihadapan para siswa, akan tetapi bisa dinilai dari bagaimana cara guru dalam menciptakan inovasi dengan cara merubah pola mengajar dan mengembangkan materi yang ada.

“Seperti yang dibilang ibu kadis itu sangat benar, karena memang jadi guru itu tidak harus berpatokan pada buku saja, tapi harus bisa berinovasi,” tutur Naomi.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh 35 guru SD yang ada di Mimika. Setiap guru sangat antusias dalam menyusun kisi-kisi soal USBN di tingkat SD mulai dari kelas I sampai kelas VI. 

“Kami sangat berterima kasih dengan semangat para guru yang hadir. Dari materi yang kami paparkan itu sudah bisa diterapkan,” katanya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment