Jaminan Penangguhan Penahanan Sudiro 4.000 Lebih

Bagikan Bagikan
Massa pendukung Sudiro saat memadati depan Kantor PN Timika
SAPA (TIMIKA) – Sejauh ini sudah lebih dari 4.000 ibu-ibu (istri karyawan) ditambah 800an anggota komunitas pekerja asli Papua membubuhkan tanda tangan di atas kertas bermaterai, sebagai jaminan untuk penangguhan penahanan terdakwa Sudiro. 

Permohonan penangguhan penahanan Sudiro dengan melampirkan 4.000 lebih tanda tangan tersebut, diajukaan dalam sidang dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Kamis (20/4). Surat jaminan ini pada sidang sebelumnya sudah ditandatangani 1.604 istri karyawan. 

Penasehat Hukum Sudiro, Wahyu H Wibowo dan Sharon Fakdawer, terhitung sudah empat kali mengajukan permohonan penangguhan penahanan terdakwa Sudiro. Tapi Majelis Hakim yang dipimpin Ketua PN Kota Timika, Relly D Behuku, hingga kini belum mengabulkan permohonan tersebut. 

“Kami tidak henti-hentinya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Kalau sebelumnya dengan jaminan 1.604 tanda tangan, sekarang sudah lebih dari 4.000 tanda tangan,” ujar Wahyu Wibowo di hadapan ribuan pendukung Sudiro usai persidangan. 

Wahyu berharap massa pendukung Sudiro tetap mengedepankan ketertiban dalam mengawal persidangan ketua organisasi mereka. Menurutnya, kehadiran massa pendukung tentu dengan satu tujuan adalah untuk memberikan motivasi kepada Sudiro. 

“Majelis Hakim sudah sampaikan bahwa jika atas pertimbangan keamanan tidak memungkinkan lagi, maka persidangan ini akan dipindahkan. Jangan sampai karena pertimbangan ini, maka pak Sudiro dan kita semua dirugikan,” ujar Wahyu. 

Humas PN Kota Timika yang juga salah satu Hakim dalam perkara ini, Fransiscus Y Babthista, mengatakan pihaknya masih melakukan musyawarah untuk mempertimbangkan apakah permohonan penangguhan penahaan tersebut dikabulkan atau tidak. 

“Kami tidak ada kepentingan apapun disini. Sama sekali tidak ada. Ini murni penegakan hukum. Majelis Hakim belum mengambil sikap untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini,” ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan Majelis Hakim pada sidang sebelumnya, memutuskan terdakwa Sudiro tetap ditahan selama 30 hari, terhitung sejak sidang pertama tanggal 6 April sampai tanggal 28 April 21017 mendatang. 

“Kami belum musyawarah untuk menindaklanjuti permohonan tersebut. Nanti persidangan berikutnya, tanggal 27 April barulah Majelis Hakim menyampaikan apakah mengabulkan permohonan tersebut atau tidak,” jelas Fransiscus.  

Ketua PUK SPKEP SPSI PTFI, Sudiro (48), sebelumnya didakwa menggelapkan iuran keanggotaan organisasi tersebut sebesar R p3,3 miliar yang harus disetor ke Pimpinan Cabang (PC) SPKEP SPSI Mimika (saat itu diketuai Virgo Henry Solossa). (Sp) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment