Kapolres Mimika dan Empat Anggota SPSI Kena Tembak

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika AKBP Viktor MAckbon saat dievakuasi oleh petugas
SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika AKBP Victor  Mackbon dan empat anggota PUK SP KEP SPSI PTFI terkena tembakan pada saat kisruh di halaman Kantor PN Timika, pada Kamis (20/4).

Nama-nama yang terkena tembak, yakni Kapolres Mimika AKBP Viktor Mackbon luka pada tumit kaki kiri,  Muh.  Faidsal (25) luka tembak dipantat, Zainal Arifin (44) luka tembak di paha kanan, Puguh Prihandono (39) luka tembak  di kaki kanan, dan Andrian W. Santoso (38) luka tembak di bagian kaki kanan. Saat ini kelima korban masih di RSUD Mimika, untuk menjalani perawatan medis. 

Selain itu, tujuh polisi mengalami luka memar dan lecet akibat terkena lemparan batu, yakni Aiptu Satria, Bripka B Prawar, Brigadir Kartono, Brigadir Asraf Sangaji, Briptu Rangga, Bripda Hotben dan Brigadir Aleksander.

Berdasarkan pantauan Salam Papua di lapangan, pada Kamis (20/4) dilaksanakan sidang keempat kasus penggelapan dengan terdakwa Ketua PUK SP KEP SPSI PTFI Sudiro. Dimana saat itu persidangan dengan tahapan putusan sela oleh Majelis Hakim.

Ribuan massa pendukung Sudiro sejak pukul 08.00 Wit telah memadati jalan di depan Kantor PN Timika, untuk memberikan dukungan dan meminta kebebasan Ketua PUK SP KEP SPSI PTFI Sudiro. Dan dengan kondisi tersebut, aparat Kepolisian Polres Mimika yang didukung TNI dan Batalyon Brimob melakukan pengamanan Kantor PN Timika.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WIT mobil yang membawa terdakwa memasuki Kantor PN Timika, untuk menjalani persidangan. Sidang  dengan tahapan putusan sela tersebut dipimpin oleh Relly D Behuku,SH. Dalam persidangan ini Majelis Hakim menolak eksepsi (tanggapan kuasa hukum atas dakwaan JPU).

Usai persidangan, sekitar pukul 13.25 WIT, aparat Kepolisian Polres Mimika yang hendak membawa terdakwa ke ruang tahanan dihadang massa yang sudah memenuhi pintu keluar Kantor PN Timika. Massa yang terus berorasi bebaskan Sudiro merangsek ke gerbang PN Kota Timika dan mendekati kendaraan Timsus, untuk mengeluarkan terdakwa Sudiro dari kendaraan. Mereka mendesak agar Sudiro dibebaskan atau mendapatkan penangguhan penahanan. 

Tertahannya kendaraan, membuat Kapolres Mimika AKBP Viktor Mackbon yang didampingi Kabag Ops Kompol I Nyoman Punia melakukan negoisasi kepada karyawan. Namun negoisasi tersebut tidak membuahkan hasil dan massa pun masih bertahan, sehingga membuat aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali.

Peringatan tembakan yang dikeluarkan aparat Kepolisian, dibalas dengan lemparan batu dari massa ke arah Kantor PN Timika yang dijaga aparat keamanan. Kondisi inilah yang membuat Kapolres Mimika dan empat anggota SPSI terkena tembakan. Serta tujuh anggota kepolisian mengalami luka lemparan batu.

Aksi yang melukai beberapa orang tersebut disayangkan oleh anggota SPSI.

“Seharusnya tidak menggunakan tembakan untuk menghalau massa. Tapi dengan water canon,”kata salah satu anggota SPSI saat berorasi.

Sementara Kapolres AKBP Viktor Mackbon mengatakan, pada kisruh di PN Timika dirinya terkena peluru karet. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti, bagaimana kejadian tersebut.

"Saya kena peluru karet, tidak tahu kejadiannya seperti apa tapi yang jelas saya kena luka di tumit akibat luka tembak peluru karet,"jelasnya.

Kapolres menegaskan, dikeluarkannya tembakan peringatan oleh anggota sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap). Dimulai dengan imbauan kepada pekerja agar tidak mengahalangi tugas polisi, sampai menyebutkan peraturan hukumnya. Namun ternyata tetap ada perlawanan dari para pekerja. 

Lanjutnya, bahkan ada pekerja yang mulai melempar batu yang kemudian direspon polisi dengan menembakkan gas air matà. Setelah diingatkan lagi, polisi mulai menembakkan peluru hampa. Namun karena tetap dilempari, Polisi terpaksa menembakkan peluru karet dengan memantulkannya di tanah.

"Tembakan peringatan oleh anggota sudah sesuai dengan protap.Namun demikian, saya minta maaf atas kejadian yang mengakibatkan empat orang anggota SPSI terkena tembakan. Atas apa yang terjadi ini, kita harapkan situasi tetap tenang, mari kita sama sama menjaga Timika ini," kata Victor. 

Senada, Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Inyoman Punia mengatakan, aparat keamanan sebelumnya telah memberikan imbauan dan bernegosiasi dengan perwakilan massa agar mereka tertib dalam menyampaikan aspirasi. Tapi massa tak peduli dan memaksa aparat harus melepaskan tembakan peringatan. 

“Kami berikan imbauan tapi mereka justru menyerang aparat dengan lemparan batu. Bisa disaksikan begitu banyak batu berserakan di sini. Kami lalu melepaskan tembakan peringatan dengan peluru hampa ke udara,” tutur I Nyoman. 

I Nyoman mengatakan, sebanyak 250 personil gabungan TNI dan Polri diturunkan untuk mengawal persidangan Sudiro yang disertai penyampaian aspirasi pendukungnya. Aparat keamanan ini disiagakan untuk mengantisipasi keributan kelompok massa. 

“Personil ini terdiri dari 1 peleton TNI, 1 peleton Brimob Batalyon B Timika, 3 peleton Kompi Krangka, dan 1 peleton staf Polsek Mimika Baru,” jelasnya. 

Berkaitan dengan adanya gangguan keamanan berjalannya sidang tersebut, I Nyoman mengatakan tidak menutup kemungkinan persidangan berikutnya dipindahkan ke tempat lain. Meski begitu, kepolisian masih menunggu analisa intelijen. 

“Nanti kami akan koordinasi dengan perwakilan kelompok massa, apakah mereka bisa menjamin keamanan. Kalau tidak bisa menjamin keamanan, tentu kami akan pindahkan persidangannya. Untuk apa kita bertahan di sini kalau tidak aman,” kata dia.

Sementara itu Humas RSUD Mimika, Luky Mahakena kepada wartawan di RSUD mengatakan, ke lima orang yang terkena tembakan termasuk Kapolres di rawat di IGD RSUD Mimika.

"Kapolres dengan empat orang yang kena tembak masuk di RSUD sekitar pukul 14.30 WIT," kata Luky.

Ia mengatakan, lima korban ini menjalani perawatan di RSUD Mimika. Untuk Kapolres sendiri harus menjalani operasi bedah tumit, karena ditakutkan masih ada sisa benda sintetis di dalam lukanya. 

“Pak Kapolres sekarang sedang dirawat di bangsal VIP Cendrawasih. Dimana telah dilakukan tindak operasi oleh tim medis bedah, pada pukul 18.30 Wit,”jelasnya.(Markus Rahalus/Sp/Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment