Masyarakat Mimika Gelar Doa Bersama

Bagikan Bagikan
Foto Bersama Usai Doa Bersama
SAPA (TIMIKA) - Ratusan warga memadati Gedung Tongkonan, Jumat (28/4) mengikuti doa bersama untuk kamtibmas Timika. Doa dari lima agama besar ini mengangkat tema, Mimika  Berdoa' Mari Jadikan Kota Timika Sebagai Rumah Doa Untuk Hidup Kota Bersama Dalam Semangat "Eme Neme Yauware.

Doa bersama ini ditandai dengan renungan refleksi yang dibawakan  oleh Pendeta Jefri Hutagalung dilanjutkan dengan doa secara bergantian dari lima agama besar di Indonesia yang dibawakan oleh pemuka agama masing-masing.

Kepala Depag Mimika Ulter Adrianus yang hadir dalam doa ini mengatakan dengan doa kita jadikan Mimika kota yang rukun dan damai. "Kedepan kita jadikan Mimika sebagai rumah kerukunan antar umat beragama. Semoga Mimika menjadi aman dan sejatera,"ungkapnya.

Senada dengan Ulter, Dandim 1710/Mimika mengucapkan  terima kasih kepada semua yang telah meluangkan waktu untuk datang berdoa.

"Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan bahwa situasi dan kondisi dan Timika selama ini kerukunan antar umat beragama sangat baik.tidak ada gejolak. Itu yang kita harus pertahankan," kata Dandim.

Dandim mengatakan kondisi sekarang, situasi perekonomian yang sedikit mengalami penurunan, ada rekan kita yang terganggu dalam pekerjaan supaya jangan berlarut larut perlu kita adakan doa.

“Mari kita mulai dari diri kita sendiri, lingkungan dan masyarakat. Jangan sampai terprovokasi. Kalau ada masalah mari kita cari solusi bersama,"ungkapnya.

Dengan adanya acara ini kata Dandim, kita doa bersama supaya Kabupaten Mimika ini bisa aman kembali. Kalau semua ini bisa aman, harapan kami sebagai aparat kerja sama dan dukungan supaya Mimika lebih tenang dan damai serta aman.

"Mari kita jaga sama-sama. Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat tapi tanggung jawab kita bersama. Sampaikan kepada masyaratakat situasi seperti ini jangan mudah terprovokasi,” kata Dandim.

Sementara Sekda Mimika,Ausilius You mengatakan  Mimika disebut sebagai miniatur Indonesia. Karena di atas tanah ini orang -orang hadir semua di sini.  Kita sudah di hadapkan berbagai era globalisasi, tranparansi dan digital.

Semua era ini ada yang menguntungkan ada yang merugikan kita. Jangan sampai kita semua dimaknai sebagai era negatif. Bersama TNI Polri kita nyatakan dengan doa untuk Mimika. Kita harus memuliakan nama Tuhan.

"Saya sampaikan apresiasi TNI, Polri dan FKUB yang mana sudah  dengan baik melaksanakan doa ini. Kami tidak mau ada stigma Timika (Tiap Minggu Kacau) namun Tiap Minggu Kasih Allah. Kita adalah saudara untuk membangun negeri kita bersama. Tanggalkan semua hal yang tidak berkenan. Selalu gunakan kebersamaan sebagai kekuatan, modal,  kesuksesan seperti moto Eme Neme Yauware.Mari kita sama-sama rapatkan kebersamaan sebagai nilai tambah meraih kemenangan,"ungkap You.

Hadir juga dalam kegiatan ini para komandan satuan, tokoh masyarakat, tokoh agama , anggota TNI Polri dan warga masyarakat.  (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment