Murid SD Diceritakan Sejarah RA Kartini

Bagikan Bagikan
RA Kartini
SAPA (TIMIKA) – Guna mewarisi sejarah perjuangan tokoh emansipasi kaum wanita pada era perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertepatan dengan hari Kartini, Jumat (21/4), Sekolah Dasar Inpres (SDI) 3 Ileale menggelar apel peringatan bersama dengan menceritakan sejarah perjuangan RA Kartini kepada seluruh murid di sekolah tersebut.

Peringatan hari Kartini tahun 2017 ini ratusan murid SDI 3 Iliale mengenakan pakian adat dari daerah asal orang tuanya murid masing-masing, seperti pakaian adat Amungme, kamoro, Toraja, Jawa, Manado serta daerah lain se-Indonesia, dan menghadiri apel peringatan yang dipimpin langsung oleh para guru.

Ibu Lusia Tekege, selaku inspektur dalam apel ini menceritakan sejarah perjuangan RA Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di masa perjuangan. Hal itu diceritakan agar kini dan kedepan seluruh kaum wanita di Indonesia khususnya di Mimika mampu bersaing dalam menyetarakan diri bersama kaum pria.

“Kalau dulu tidak ada RA Kartini berarti perempuan tidak ada yang jadi menteri, anggota DPR, polisi, TNI dan menjadi sama dengan pria dalam berbagai jabatan,” tutur Lusia. 

Jaman dahulu lanjut Lusia, yang bisa bersekolah hingga kelas VI dikhususkan hanya kepada anak-anak para pejabat tinggi saat itu, termasuk RA Kartini. Sedangkan anak-anak yang miskin atau kurang mampu pada saat itu hanya bisa bersekolah sampai kelas III, dan selanjutnya hanya menunggu masa untuk dipinang dan menjadi istri atau ibu rumah tangga (IRT). 

Meski demikian, sambung Lusia, RA Kartini sejak masih duduk dibangku SD sudah memiliki cita-cita yang tinggi dan bertekad untuk mendidik seluruh kaum wanita tanpa memandang derajat. Miskin atau pun kaya, RA Kartini menginginkan agar kaum wanita bisa juga bersekolah setinggi-tingginya layaknya kaum pria.

“Setelah lulus SD, RA Kartini berkorensponden dengan teman-teman di negeri Belanda dan menceritakan keadaan perempuan di Jawa atau Indonesia. Akhirnya Ia pun berjuang untuk kaum perempuan,” jelas Lusia. 

Usai menggelar apel yang ditandai dengan menaikan Bendera Merah Putih, para murid diarahkan untuk bersama-sama menyanyikan lagu nasional berjudul  Ibu Kita Kartini.

Sementara Kepala SDI 3 Iliale, Tadius Kaaf, saat diwawancara usai apel mengakui sejak adanya perjuangan RA Kartini, hingga kini kedudukan kaum lelaki bisa diduduki oleh kaum perempuan. Hal tersebut dikarenakan kaum perempuan telah diwarisi perjuangan tokoh wanita sekaligus pahlawan nasional RA Kartini.

“Sekarang bukan saja laki-laki yang bisa, tetapi sekarang profesi yang bisa dikerjakan lelaki juga bisa dikerjakan oleh kaum perempuan,” kata Tadius. 

Perempuan menurut Tadius, adalah kaum yang menjadikan manusia bisa menemukan dunia baru, yakni bisa melahirkan manusia baru yang kedepannya dapat berguna bagi Bangsa dan Negara serta manusia yang sejati. 

Terkait dengan sejarah RA Kartini, Tadius menjelaskan, segala sesuatu yang berisikan hal berguna dan sangat penting untuk diceritakan kepada generasi muda dan dapat dimulai dari tingkat SD. Sebab dengan demikian anak-anak akan bisa mengambil sisi baiknya dan mengamalkannya.

“Ini salah satu cara kami supaya anak-anak kami lebih mengenal siapa itu RA Kartini. Kemudian anak-anak akan meneladani RA Kartini karena sudah diceritakan. Memang dalam pelajaran mereka sudah sering diajarkan, tapi pas hari Kartini maka lebih baik lagi diceritakan,” terang Tadius. (Acik N)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment