P2MA-PTP Imbau Karyawan Freeport Tetap Bekerja

Bagikan Bagikan
Salah Satu pengurus P2MA-PTP ketika memasang selebaran imbauan di Bandara Mozes Kilangin untuk meminta karyawan PTFI kembali bekerja, Sabtu (29/4). (Irsul/Sapa)
SAPA (TIMIKA) - Pengurus Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA-PTP) Mimika, Papua, mengimbau seluruh karyawan di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) mengurungkan mogok kerja dan kembali beraktifitas seperti biasa.

Imbauan tersebut tertuang dalam selebaran tertanggal 29 April 2017 yang telah dipasang di sejumlah fasilitas umum, termasuk di bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu (29/4) pagi tadi. 

Ketua (P2MA-PTP), Agustinus Soumao, saat dikonfirmasi Salam Papua, Sabtu siang, membenarkan adanya imbauan tersebut. Menurutnya, imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh karyawan PTFI.

"Kami bersama tujuh kepala suku telah berkoordinasi dengan Kapolres Mimika menyangkut keamanan sehingga kami memberikan imbauan ini," kata Agustinus. 

Agustinus meminta seluruh karyawan di lingkungan PTFI segera menghentikan segala bentuk  pergerakan yang bisa menggangu stabilitas keamanan. Terutama terkait demonstrasi maupun mogok kerja yang direncanakan satu bulan penuh mulai 1 Mei 2017.

"Sebagai bentuk upaya antisipasi, kami tujuh kepala suku atasnama 265 suku di Tanah Papua, dan selaku pemilik hak ulayat menginginkan daerah kami tetap aman," tuturnya. 

Menurutnya, operasi PT Freeport yang mulai berangsur normal kembali harusnya didukung oleh karyawan untuk tetap bekerja. Karenanya, karyawan yang masih aktif memiliki kewajiban menjaga kelangsungan operasi agar perusahaan tetap bertahan. 

"Sekarang operasi Freeport sudah normal. Sehingga mari kita jaga sama-sama Kabupaten Mimika ini. Kami pemilik hak ulayat tidak menginginkan kekacauan terjadi," imbuhnya. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment