Pembawa Sabu Didakwa 10 Tahun Penjara

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Terdakwa dalam perkara kepemilikan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) golongan satu jenis sabu, ES alias Emil (29), didakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun. 

Dakwaan terhadap warga Jalan Hasanuddin atau tepatnya di depan toko Diana itu, dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yohannes Aritonang, dalam sidang yang dipimpin hakim Steven Christian Walukouw, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Selasa (25/4).

Dalam persidangan itu disampaikan bahwa terdakwa ES alias Emil terbukti secara sah menyimpan atau mengedarkan narkotika golongan I bukan tanaman, bertempat di Jalan Leo Mamiri, rumah bernyanyi Inbox Timika, atau setidaknya di tempat lain. 

JPU Yohannes Aritonang mengatakan perbuatan terdakwa diketahui setelah terjaring razia penyalahgunaan narkotika di rumah Bernyanyi Inbox Timika. Saksi bernama Syamsul Basri, melihat terdakwa kaget ketika keluar dari toilet yang disambut rombongan kepolisian. 

“Saat itu langsung dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa. Kemudian terdakwa mencoba lari ke arah belakang dan membuang sesuatu ke arah tempat sampah. Kemudian Saksi Syamsul Basri menemukan satu paket kecil yang berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu,” ujar Yohannes. 

Setelah itu, aparat kemudian melakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) unit HP merk Sony berwarna hitam. Barang bukti HP tersebut lalu diamankan untuk mengungkap jaringan terdakwa lainnya. 

Terdakwa mengaku, barang haram itu didapatkannya dari seseorang bernama Pace yang kini menjadi buronan polisi. Terdakwa sempat menyimpan sabu tersebut di dalam dompet, namun pada saat razia terdakwa memindahkan dan menyimpan paket kecil itu di kantong celana bagian belakang sebelah kiri.

“Berdasarkan hasil pengujian sampel barang bukti dari Puslabfor Polri cabang Makassar dengan No Lab: 4428/NNF/XII/2016, tanggal 03 Januari 2017, yang pada pokoknya menyatakan bahwa sampel tersebut adalah positif mengandung metamfetamin dan terdaftar dalam narkotika golongan I,” kata Yohannes.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa yang memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika jenis sabu tanpa izin dari pihak berwenang, diancam pidana pasal 112 ayat (1) UU RI NO 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Mengingat dakwaan terhadap ES alias Emil diancam lebih dari 9 tahun penjara, Hakim lalu meminta penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Zainal Sukri, untuk mendampingi terdakwa dalam proses persidangan perkara ini. (Sp)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment