Pencuri Motor Berlutut Memohon Maaf di Persidangan

Bagikan Bagikan
Terdakwa EB alias Manu saat berlutut memohon maaf kepada kakeknya di persidangan
SAPA (TIMIKA) – Terdakwa kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), EB alias Manu (21), menyesali perbuatannya telah mencuri motor milik Titus B yang tak lain adalah kakeknya sendiri. 

Suasana haru sempat terjadi ketika terdakwa EB alias Manu lantas berlutut memohon maaf di hadapan Titus kakeknya dan Yasinta tantenya, yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Selasa (25/4). 

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Wakil Ketua PN Kota Timika,  Hery Cahyono, didampingi hakim anggota, Fransiscus Y Babthista dan Steven C Walukow, terdakwa EB alias Manu sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Adapun kronologis terjadinya tindak pidana tersebut, bermula saat pemilik motor, Titus B (PNS), menjalani masa cuti ke kampung halaman dan meninggalkan rumahnya yang bertempat di Koperapoka Kota Timika dalam keadaan kosong. 

Kemudian pada malam hari tanggal 14 September 2016, terdakwa lalu masuk melewati jendela rumah bagian belakang. Dia lalu mengambil motor jenis Honda Beat dan keluar melalui pintu depan.  

“Awalnya saya sudah berfikir, kalau memang ini pencuri betul, pasti dia sudah rusak pintu atau jendela untuk masuk. Tapi ini sama sekali tidak ada yang dirusak,” kata Titus. 

Meski begitu, Titus belum meyakini peristiwa tersebut melibatkan cucunya sendiri. Dia lalu melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Dari laporan itu, polisi berhasil membekuk terdakwa yang tak lain adalah cucu korban sendiri. 

“Sempat kami ajukan agar kasus ini ditutup. Namun karena petugas penyidik menyatakan berkas perkara sudah lengkap dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, akhirnya kasus ini masuk sampai pada proses pengadilan saat ini,” ungkap Titus. 

Titus sendiri mengaku belum terlalu memahami sifat dan karakter cucunya yang kini duduk dikursi pesakitan itu. Dia mengatakan terdakwa cucunya memang belum terlalu lama tinggal di Timika. 

Sementara itu, terdakwa mengaku bahwa motor kakeknya yang dicuri itu tidaklah dijual tetapi akan digunakan sendiri. Dia sempat menyimpan motor tersebut di salah rumah kerabatnya di SP 3. 

“Lalu kenapa terdakwa tidak bilang, atau minta saja, karena itukan milik kakekmu juga,” ujar Hakim Steven Walukow bertanya namun tidak dijawab oleh terdakwa. EB alias Manu hanya tertunduk malu dan menyesali perbuatannya. 

EB alias Manu kini harus menghadapi kenyataan pahit akibat perbuatannya sendiri. Dia dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun. (SP)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment