Penjambret di Sam Ratulangi Divonis 1,7 Tahun Penjara

Bagikan Bagikan
Majelis Hakim PN Kota Timika membacakan vonis terdakwa
SAPA (TIMIKA) - Penjambret di Jalan Sam Ratulangi, Kota Timika, Pither Devis Ruwayari alias Pither, divonis Mejelis Hakim 1,7 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2,6 tahun.

Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika yang diketuai Hery Cahyono yang didampingi Fransiscus Y Babthista dan Steven C Walukow, Selasa (25/4).

Dalam putusan Majelis Hakim disebutkan bahwa berdasarkan fakta-fakta persidangan sebelumnya,  terdakwa terbukti dan dinyatakan secara sah melanggar hukum sesuai dengan pasal 365 Ayat (2) ke 2 KUHP.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencurian yang disertai kekerasan sebagaimana diatur dalam pasal 365 KUHP, dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 1,7 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim, Hery Cahyono. 

Adapun pertimbangan yang memberatkan, dimana perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan di masyarakat, serta dapat mengancam nyawa orang lain. Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah sopan dalam persidangan dan mengakui semua perbuatannya.

Terdakwa Pither Devis Ruwayari alias Pither menerima putusan yang dibacakan hakim tersebut, sementara JPU Johannes Aritonang menyatakan pikir-pikir, apakah nantinya akan mengajukan banding atau tidak. 

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika, Johannes Aritonang, menuntut terdakwa selama 2,6 tahun penjara. Terdakwa dinilai terbukti telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat 2 ke-2 KUHP.

Kasus jambret tersebut terjadi pada Selasa 4 Oktober 2016 lalu sekira Pukul 20.30 WIT, di Jalan Sam Ratulangi, Kota Timika. Saat itu terdakwa berboncengan dengan Eka Satya Graha (Almarhum) menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm. 

Saat itu terdakwa melihat saksi sekaligus korban Dewi Komala Sari sedang mengendarai sepeda motor sendirian.  Terdakwa bersama Eka Satya Graha lalu mengikuti korban yang saat itu singgah di sebuah kios untuk berbelanja. 

Setelah itu, korban kembali dan terdakwa mengikuti dari arah belakang. Kemudian Eka Satya Graha menyuruh terdakwa untuk mendekati sepeda motor korban, dimana saat itu korban membawa motor agak melambat. 

Setelah mendekat, Eka kemudian langsung merampas tas milik korban, sehingga korban terjatuh di jalan raya. Korban lalu berteriak meminta tolong, sehingga warga setempat langsung mengejar terdakwa. 

Nasib sial dialami kedua penjambret ini. Terdakwa bersama Eka tidak bisa kabur dari kepungan warga dan akhirnya tertangkap. Saat itu, Eka Satya Graha langsung dikeroyok massa hingga tewas. (Sp)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment