Polres Masih Pertajam Berkas Kasus Insentif Guru

Bagikan Bagikan
AKBP Victor Dean Mackbon
SAPA (TIMIKA) – Kasus dugaan korupsi dana insentif guru yang diperiksa oleh Polres Mimika hingga kini belum kembali dan berada di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika. Kasus ini sebelumnya sudah pernah dikembalikan diserahkan ke Kejaksaan, namun diembalikan lagi ke Polres untuk lebih dipertajam lagi penyidik.

“Kasus insentif guru masih diproses oleh penyidik, sesuai dengan petunjuk dari Kejaksaan. Kasus ini tidak akan pernah berhenti, sampai kasus ini diajukan ke persidangan,” kata Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si saat diwawancarai Salam Papua di Kantor Kementerian Agama, Jalan Yos Sudarso, Rabu (27/4).

Kapolres menjelaskan, petunjuk dari Kejari adalah penyidik Polres yang menangani kasus tersebut diminta lebih mempertajam lagi perbuatan yang dilakukan tersangka. Oleh  karenanya kini penyidik masih melakukan pendalaman dengan melengkapi berkas-berkas dan barang bukti untuk diajukan kembali ke Kejari.

“Kami berharap setelah semuanya dilengkapi oleh penyidik maka kasus ini langsung ke tahap dua. Dengan demikian kami akan menyerahkan bukti dan tersangka ke Kejaksaan,” jelas kapolres.

Lanjut dia, mengenai keberadaan ketiga tersangka yakni IY, NT dan UO yang yang ditetapkan penyidik dalam kasus ini, kata kapolres mereka masih di Timika. Ketiga tersangka dikenakan wajib melapor ke Polres.

“Kami jamin keberadaan ketiga tersangka masih di Timika, karena mereka sampai saat ini wajib lapor,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pada 29 Maret 2017 lalu Kejari Timika mengembalikan lagi berkas perkara kasus dugaan korupsi dana insentif guru untuk dilengkapi penyidik Polres Mimika. Saat ini Kejari yang telah mengembalikan berkas perkara tersebut, masih terus menunggu hingga berkas benar-benar dilengkapi penyidik untuk selanjutnya dilimpahkan Kejari ke Pengadilan guna proses persidangan.

"Masih ada yang harus diperbaiki, jadi sudah kita kembalikan untuk dilengkapi," kata Alex Sumarna, SH., MH saat dikonfirmasi Salam Papua, Selasa 28 Maret lalu.

Indikasi adanya dugaan korupsi dalam pembayaran dana Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau biasa disebut dana insentif guru-guru di Kabupaten Mimika pada Desember 2015, mencuat setelah sejumlah guru menggelar aksi unjuk rasa dibeberapa tempat di Kota Timika, yaitu di depan Bank Papua dan di depan SMPN 2 Mimika. 

Para guru yang menggelar aksi unjuk rasa itu dikarenakan merasa tidak puas karena tidak menerima dana insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, padahal rekan guru lainnya menerima dana tersebut. 

Pembayaran dana insentif guru-guru di Kabupaten Mimika bersumber dari APBD yang didistribusikan dua kali dalam setahun. Dan pembayaran insentif guru ini dibagi dalam empat kategori, yaitu sekolah dalam kota senilai Rp9 juta per guru dan per semester, sekolah pinggir kota senilai Rp9,6 juta, sekolah jauh dari kota senilai Rp12 juta, dan sekolah sangat jauh dari kota senilai Rp15 juta. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment