Sidang Sudiro Tetap di Timika

Bagikan Bagikan
Sidang Sudiro Beberapa Waktu yang Lalu
SAPA (TIMIKA) – Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika belum memutuskan untuk memindahkan persidangan Sudiro karena alasan keamanan. Hakim menilai situasi persidangan perkara penggelapan ini sementara masih bisa dikendalikan karena itu persidangan tetap dilakukan di PN Kota Timika. 

Wacana memindahkan persidangan Sudiro (48), muncul setelah massa pendukung aktivis serikat pekerja itu ribut di ruang sidang PN Kota Timika, Rabu (20/4) lalu. Ribuan massa serikat pekerja juga sempat terlibat bentrok dengan aparat keamanan. 

Humas PN Kota Timika yang juga Hakim anggota dalam perkara ini, Fransiscus Y Babthista, mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan situasi keamanan persidangan berikutnya. PN Timika juga akan meminta petunjuk ke Pengadilan Tinggi Jayapura. 

“Secara resmi kami belum menyampaikan ini ke Pengadilan Tinggi Jayapura. Kami melihat situasi masih bisa dikendalikan. Massa yang terlibat aksi solidaritas pasti memahami, kita tidak mungkin saling merugikan,” kata Fransiscus di Timika, Selasa (25/4). 

Fransiscus menjelaskan, sidang Sudiro akan memasuki agenda pemeriksaan saksi yang direncanakan pada Kamis (27/4). Kemudian untuk mempercepat proses persidangan perkara ini, sidang selanjutnya akan digelar duakali dalam seminggu. 

“Kami telah sepakat bahwa sidang ini akan digelar duakali dalam satu minggu. Tetapi kami belum tentukan dua hari itu dilaksanakan di hari apa saja. Mudah-mudahan sidang hari Kamis besok semua sudah bisa dipastikan,” ujarnya. 

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yohannes Aritonang dan Maria Masella mengajukan 17 saksi termasuk saksi ahli untuk dimintai ketarangan. Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Wahyu H Wibowo dan Sharon Fakdawer mengajukan sekitar 50an saksi. 

“Saksi yang diajukan JPU 17 orang, kurang lebih 5 orang pertama akan dihadirkan pada persidangan hari Kamis,” kata Fransiscus.
  
Kemudian menyangkut keamanan persidangan, PN Kota Timika terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dibantu aparat TNI. Pengamanan ini akan dilakukan lebih ketat untuk mengantisipasi keributan susulan yang bisa menghambat persidangan.

“Prinsipnya permintaan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menganggu proses persidangan. Kalau semua aman, terkendali, maka persidangan bisa berjalan lancar,” katanya. 

Sebelumnya, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, memerintahkan anggotanya agar tidak memberikan ruang bagi massa pendukung Sudiro mendekat ke pengadilan. Dia menyebut tekanan massa tersebut sudah merupakan tindakan “barbar” jaman dulu. 

Selain itu, Kapolda telah memerintahkan Polres Mimika untuk mengejar oknum provokator sebagai aktor intelektual yang menggerakkan, memancing, dan memantik amarah massa melawan aparat keamanan hingga berujung bentrok, Kamis lalu. 

“Saya prihatin masih ada upaya-upaya memperlakukan Sudiro seperti itu, yang kemudian membenturkan massa dengan aparat keamanan. Padahal anggota kami hanya diminta oleh pengadilan untuk mengamankan jalannya persidangan,” kata Kapolda.

Pada persidangan dengan agenda putusan sela, Rabu (20/4), sempat terjadi bentrok antara massa pendukung Sudiro dengan aparat keamanan. Bentrok tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka, baik dari kelompok massa maupun pihak kepolisian termasuk Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon.

Ribuan massa serikat pekerja terus melakukan pengawalan sidang perkara penggelapan yang menjerat Ketua PUK SPKEP SPSI PTFI, Sudiro (48). Massa menilai perkara ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja di lingkungan Freeport. 

Sudiro didakwa menggelapkan iuran organisasi itu sebesar Rp 3,3 miliar yang dianggap harus disetor ke Pimpinan Cabang (PC) SPKEP SPSI Kabupaten Mimika (saat itu diketuai Virgo Henry Solossa selaku saksi pelapor dalam perkara ini). (Sp)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment