SMA/SMK Diminta Masukkan Laporan Biaya Ujian

Bagikan Bagikan
Suasana ujian di SMK

SAPA (TIMIKA) – Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Mimika, diminta memasukkan laporan keuangan pelaksanaan ujian kepada Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) Kabupaten Mimika. Hal ini untuk menindaklanjuti pembayaran biaya ujian yang telah digunakan sekolah untuk pelaksanaan ujian, baik yang dipinjam dari orang tua siswa maupun dari pihak ketiga.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dispenmen Yohana B Arwam, saat ditemui Salam Papua diruang kerjanya Kantor Dispenmen, Kelurahan Karang Senang - SP 3, Selasa (25/4). 

“Kami sudah verifikasi laporan yang masuk, dan baru beberapa sekolah yang laporkan. Kalau semua sudah laporkan, kita tinggal buat permohonan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan langsung dicairkan,” jelas Yohana.

Ia mengungkapkan, meskipun nilainya tidak seberapa, saat ini dana dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi sudah ada dan siap didistribusikan ke sekolah pelaksana ujian. Ia berharap bisa secepatnya mengganti biaya-biaya ujian tersebut.

“Dalam minggu ini kami usahakan sudah dikeluarkan,” ujar Yohana. 

Ia menuturkan, dana yang digunakan ada yang berasal dari Pemerintah Provinsi, akan tetapi tidak mengakomodir semua biaya, untuk itu Pemerintah Daerah mengakomodir kebutuhan ujian yang tidak terakomodir Pemerintah Daerah.

“Yang dari Pemda itu misalnya penggandaan soal ujian kemarin,” tuturnya.

Yohana menjelaskan, pelaksanaan ujian merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, dikarenakan kondisi daerah yang sampai saat ini belum ada penetapan APBD, menyebabkan belum adanya anggaran untuk biaya pelaksanaan ujian. Sehingga ada sejumlah sekolah yang memang diminta untuk meminta bantuan ke orang tua maupun pihak ketiga untuk pelaksanaan ujian.

“Intinya kami dari Dispenmen sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pembiayaan ujian,” ujarnya. 

Ia menambahkan, biaya ujian yang dibiayai Pemerintah Daerah didalamnya termasuk biaya uji kompetensi untuk SMK, meskipun tidak seluruhnya dibiayai. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment