SMPIT Permata Papua Tidak Pungut Biaya Ujian

Bagikan Bagikan
Suasana ujian di SMPIT Permata Papua 
SAPA (TIMIKA) – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Permata Papua pekan lalu telah melaksanakan ujian sekolah berbasis nasional (USBN), kini sekolah tersebut tengah melaksanakan ujian sekolah (US). Dalam pelaksanaan ujian, sekolah ini tidak memungut lagi biaya ujian dari orang tua siswa yang anaknya terdaftar sebagai peserta ujian.

“Kita tidak menagihkan biaya ujian, karena sejak awal masuk kelas IX sudah dimasukkan dalam biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan (SPP),” kata Kepala SMPIT Permata Papua, Muhammad Arifin Adi Julitera, S.Si saat diwawancarai Salam Papua disekolahnya, Jalan Poros SP 2 - SP 5, Selasa (25/4).

Kepala sekolah yang akrab disapa Ustadz Arifin ini mengatakan, meskipun SMPIT Permata Papua merupakan sekolah berbasis keagamaan, akan tetapi berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika. Oleh karena itu mereka pun menerima biaya ujian dari Dispendasbud seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya.

“Dana US sudah kita terima, tetapi untuk ujian nasional (UN) belum kita terima,” katanya.

Dalam pelaksanaan USBN pada pekan lalu dan US yang saat ini tengah berlangsung diikuti oleh 43 peserta ujian yang dalam pelaksanaan ujian siswa dibagi menjadi tiga ruangan dan masing-masing ruangan diisi oleh 20, 13 dan 10 siswa.

“Semua peserta ujian hadir sejak USBN minggu lalu, tidak ada yang berhalangan,” tutur Ustadz Arifin.

Dijelaskan ada empat mata pelajaran yang diujikan dalam pelaksanaan US, diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris. Soal-soal mata pelajaran ini berdasarkan kurikulum yang diterapkan di SMPIT Permata Papua yakni Kurikulum 2006 atau yang dikenal kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Sementara untuk persiapan ujian bagi peserta, sekolah telah memberkan bimbingan belajar (Bimbel) harian yang dimasukkan dalam jadwal belajar siswa setiap harinya, sejak awal siswa masuk di kelas IX.

Selain itu di semester kedua, dilakukan Bimbel Intensif yang didalamnya termasuk satu hari masa karantina bagi siswa yang dianggap nilainya kurang memenuhi syarat dan ketentuan mata pelajaran US maupun UN. 

“Kami juga sudah lakukan try out bagi peserta ujian,” ujarnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment