TKA Wajib Belajar Bahasa Indonesia

Bagikan Bagikan
Yohanis Bassang
SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Yohanis Bassang,SE.,M.Si meminta kepada perusahaan untuk mewajibkan tenaga kerja asing (TKA) untuk belajar Bahasa Indonesia. Permintaan ini, karena banyaknya TKA yang bekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI dan privatisasi tidak mengetahui Bahasa Indonesia.

“Saya tidak setuju kalau terlalu meninggikan keberadaan TKA dalam wilayah kita sendiri. Kalau kita ke negara mereka kok kita mati-matian belajar bahasa mereka. Kenapa kita tidak perlakukan mereka juga seperti itu?,” kata Wabup Bassang Ketika menghadiri Pertemuan pembahasan penyusunan materi draft Pengupahan Daerah bersama Komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di lantai III ruang pertemuan kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (25/4).

Kata Wabup, banyak pengakuan bahwa dikarenakan pemilik saham terbesar dalam suatu perusahaan adalah orang asing, maka warga Indonesia harus berbahasa asing. Jika demikian, maka sebagai orang Indonesia berarti tidak memiliki pertahanan akan budaya sendiri, dan tidak ingin menonjolkan Bahasa Indonesia.

Ia menambahkan, meski Orang asing memiliki kekuasaan dalam suatu perusahaan yang berada di Indonesia, bukan berarti seluruh pekerja yang merupakan orang Indonesia harus tunduk dan mengikuti aturan-aturannya.

“Memang tamu adalah raja. Tapi ini lain konteksnya. Mereka itu kan pekerja juga.

Tolong diberi aturan, setiap TKA yang melamar pekerjaan di Indonesia harus mengerti Bahasa Indonesia," ujarnya. (Acik N)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment