TNI Kerahkan 400 Personel Bantu Amankan Rencana Mogok Kerja

Bagikan Bagikan
Letkol Inf Windarto
SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 400 personel se-Garnisun Mimika akan dilibatkan dalam pengamanan aksi serikat pekerja memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan rencana mogok kerja karyawan mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2017.

Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika, Letkol Inf Windarto mengatakan, pimpinan TNI telah memerintahkan siaga satu bagi seluruh prajurit TNI di Timika menghadapi dua agenda tersebut.

"Perintah siaga satu dikeluarkan dari komando atas untuk menghadapi rencana aksi karyawan, saat hari buruh dan agenda-agenda selanjutnya," kata Windarto di Timika, Sabtu (29/4).

Windarto mengatakan, sebanyak 400 personel TNI akan dikerahkan untuk membantu pengamanan tersebut berasal dari semua satuan TNI di Mimika, yaitu Brigif 20 Ima Jaya Keramo, Batalyon Infanteri 754/Eme Neme Kangasi, Detasemen Kavaleri Srigala Ceta, Kodim 1710 Mimika, Lanal Timika, dan Lanud Timika.

"Jumlahnya sekitar 400 personel. Itu sudah gabungan semua. Yonif dua kompi, Denkav dua SSK, Brigif satu SSK, Kodim dua Pleton, Lanal dan Lanud masing-masing satu Pleton. Kami semua siap," jelasnya.

Dia mengimbau karyawan PT Freeport dan karyawan perusahaan sub kontraktor yang akan terlibat kegiatan mogok kerja, agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kepentingan umum dan kepentingan masyarakat lainnya.

"Jangan sampai melakukan tindakan kekerasan, dan pengrusakan. Kalau tidak persuasif, apalagi sampai merusak fasilitas umum dan mengganggu kepentingan orang banyak, maka kami tetap memproses oknum-oknum yang melakukan pelanggaran hukum tersebut," ujarnya.

Selain TNI, Pada Minggu pagi sebanyak 101 personel Brimob Polda Riau sudah tiba di Timika. Rencananya, masih akan ada tambahan pasukan Brimob dari Polda Bangka Belitung sebanyak satu SSK, Brimob Polda Jambi satu SSK, Brimob Polda Sulawesi Utara dua SSK, Brimob Polda Sulawesi Tenggara dua SSK dan Brimob Polda Jawa Timur sebanyak lima SSK. Total personel gabungan diperkirakan mencapai 1.600.

Adapun rencana mogok karyawan Freeport menyusul kebijakan manajemen perusahaan melakukan PHK dan menerapkan program furlough (merumahkan) ribuan pekerja. Serikat pekerja menilai kebijakan tersebit sepihak dan tidak termuat dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment