TNI-Polri Harus Netral pada Pemilukada Serentak 2018

Bagikan Bagikan
Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw
SAPA (TIMIKA) - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengingatkan kepada jajaran TNI-Polri se-Kabupaten Mimika untuk bersikap netral dan tak berpihak pada pasangan calon tertentu pada penyelenggaraan Pemilukada serentak tahun 2018 mendatang.

Berkaca pada Pemilukada serentak tahun 2017 dibeberapa daerah di Papua, pihak penyelenggara dalam bekerja berbeda dengan yang sebelumnya. 

Penyelenggara dianggap sudah tak bisa dipengaruhi dan bekerja penuh dedikasi serta bertanggung jawab.

"Oleh karena itu, rekan rekan harus hati-hati dalam rangka ikut membantu mengawal pasangan calon ataupun dalam pengamanan. Jangan sampai ada gerakan tambahan atau bahasa tubuh yang menandakan anda keberpihakan, nanti di penalty dan diproses hukum,” pesan Waterpauw dalam arahannya pada apel gabungan ucapan perpisahan Waterpauw bersama jajaran TNI-Polri se-Kabupaten Mimika dilapangan Markas komando (Mako) Brimob Batalyon B Polda Papua, Jalan Agimuga – Mile 32, Selasa (25/4).

Dalam menyelesaikan perkara Pemilukada dijelaskan Waterpauw ada tiga unsur yakni pelanggaran adminstrasi yang akan dieksekusi oleh KPU, pelanggaran kode etik akan dieksekusi oleh DKPP dan perkara pidana akan diserahkan kepada Kejaksaan dan Kepolisian. Selain itu untuk proses penyidikannya juga dipercepat. Apabila Bawaslu atau Panwaslu telah merekomendasikan sebuah perkara, maka paling lama 14 hari penyidik wajib menyelesaikannya.

“Suasana kebatinan penyelengagara Pemilukada serentak saat ini berbeda dengan yang lalu. Itu yang saya monitor selama penyelenggaraan Pemilukada di 11 daerah di Papua. Prinsipnya jangan ada keberpihakan, TNI-Polri harus netral,” pesan Waterpauw. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment