Wabup Akui Rolling Jabatan Amburadul

Bagikan Bagikan
Yohanis Bassang
SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang, SE.M.Si mengakui penempatan pejabat eselon pada rolling jabatan tahun lalu sangat amburadul. Hal ini terlihat dari kurangnya pelayanan yang optimal pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Dimana semua sistim kependudukan diblokir oleh pemerintah pusat. 

“Disdukcapil itu sebagai contoh, dan kita harus tahu kenapa pusat memblok sistim pelayanan. Dan itu karena sistim pemerintahan tidak taat aturan. Nah sekarang masyarakat mau urus KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, dan lainnya jadi susah,”kata Bassang saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Sentra Pemkab Mimika, Rabu (26/4).

Kata Bassang, dari kondisi tersebut, dan di sisa masa kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati, apabila dirinya diberikan kesempatan untuk mengatur ulang, maka tidak akan menggunakan sistim kotor. Tetapi akan melakukan rolling atau restruktirisasi sesuai aturan, yakni menempatkan pejabat sesuai dengan kemampuannya.

“Terus terang ini akibat dari adanya permainan-permainan dari oknum tertentu. Dan saya yakin Bupati juga pasti menyesal dengan kondisi kita yang sekarang,”tuturnya.

Wabup menambahkan, walaupun belum diketahui pasti apakah restrukturisasi menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah atau yang lainnya. Namun secara pasti, akan ada penataan kembali penempatan eselon yang kacau balau. 

“Kita akan semaksimal mungkin bisa menata dengan baik, dan disesuaikan dengan kemampuan individu. Tidak ada lagi karena sistim saya punya om, ipar atau hubungan keluarga lainnya,”ujarnya.

Wabup mengatakan, berkaitan dengan akan dilakukannya perollingan struktural tersebut, dirinya berharap para pejabat harus tunjukkan loyalitas dalam menjalankan tugas sebagai ASN, dengan cara memberikan  teladan yang baik kepada bawahan.

“Tunjukkan bahwa bapak dan ibu sebagai ASN yang benar-benar taat pada peraturan negara. Kita semua harus hadir di Kantor, persoalan ada atau tidak ada kerja itu tidak penting, yang penting kita selalu ada ditempat tugas kita,”ungkapnya.

Bassang juga menegaskan, seluruh tenaga honorer harus menjalankan tugas dan berdedikasi tinggi disetiap SKPD tempatnya mengabdi. Karenanya, mulai sekarang bekerja rajin dan memiliki loyalitas, sehingga ada nilai khusus untuk selanjutnya diangkat menjadi tenaga kontrak atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kemarin-kemarin saya diam, karena kalian belum terima gaji. Tapi sekarang sudah terima, maka tidak boleh ada alasan lagi untuk tidak masuk dan malas-malasan. Tunjukan bahwa kalian juga berdedikasi,”tegas Wabup Bassang.

Wabup juga menambahkan, sementara berkaitan dengan belum ditetapkannya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017, agar tidak menyurutkan dalam bekerja. Hal ini dikarenakan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan melakukan pleno tentang penetapan anggota baru DPRD. Dengan demikian secara berlahan penetapan APBD 2107 pun akan dilaksanakan. Selanjutnya akan dilakukan restrukturisasi kelembagaan.

“Walaupun belum diketahui pasti apakah anggota DPR yang akan dibentuk merupakan anggota baru atau lama. Tapi siapa pun yang menjadi anggota DPRD nanti, diharapkan membawa kecerahan terhadap APBD Mimika. Sehingga program pemerintahan bisa berjalan,”ungkap Bassang kepada ASN saat apel pagi.(Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment