1 Ramadhan Dilaksanakan Bersamaan

Bagikan ke Google Plus
Ustad H Amin AR,S.Ag
SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Hisab dan Rukyat, telah menetapkan 1 Ramadhan tepat pada 27 Mei 2017 mendatang. Dan kemungkinan pelaksanaan 1 Ramadhan akan bersamaan. Demikian disampaikan Ketua MUI, Ustadz H. Abdul Amin, Ar S.Ag saat diwawancarai Salam Papua beberapa waktu lalu.

Ustadz Amin menjelaskan, ada dua Organisasi Masyarakat (Ormas) Muslim di Indonesia, yakni Muhammadiyah yang menggunakan Hisab, dan MUI yang menggunakan Rukyat. Dan untuk menetapkan 1 Ramadhan, Pemerintah menggunakan keduanya.

Berdasarkan Hisab, pada 29 Sya'ban, posisi Hilaal berada diatas tiga derajat, sementara pemerintah menetapkan hanya dua derajat.
"Jadi pada 27 Mei itu Hilaal sudah berada di atas ufuk," kata Ustadz Amin.

Kata Ustadz Amin, untuk waktu menunggu hilaal, di seluruh Indonesia akan menyesuaikan pada daerah yang bisa melihat hilaal. Hal ini dikarenakan kondisi alam bermacam-macam, seperti di Papua pada sore hari kita akan kesulitan melihat hilaal.

Ustadz Amin menuturkan, Ia meminta kepada para penceramah, maupun khotib yang melakukan ceramah agar tetap dalam koridor menyampaikan amar maruf nahi munkar dan tidak dalam bentuk ujaran kebencian kepada agama, pribadi maupun kelompok tertentu.

"Saya minta agar berhenti menghina mengejek dan mengolok, karena itu bukan Islam yang sesungguhnya, Islam itu Rahmatanlilaalamiin," tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada pengurus masjid yang melakukan ibadah buka puasa, sholat tarawiih, tadarrus dan imsakiyah agar dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

"Jadwalnya nanti dikeluarkan Badan Hisab Rukyat Kabupaten Mimika, koordinasi Kementerian Agama dan dalam waktu dekat akan kita bagi," katanya.

Ia pun berharap, Tempat Hiburan Malam (THM) kalau bisa ditutup selama Ramadhan. “Kalaupun tidak bisa ditutup ya di kurangi waktu operasinya,” katanya.

 Sambungya, tentunya ini menjadi koordinasi Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pihak Kepolisian, MUI tidak berhak melarang, hanya mengimbau agar saling menghargai.

"Kita yang Muslim menjalankan bulan ramadhan tetap dengan damai dan penuh kegembiraan, juga  bersama meramaikan masjid dan mushollah," tambahnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment