150 Pelanggar Lalin Terjaring Selama Operasi Patuh 2017

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 150 pelanggar lalu lintas (Lalin) di wilayah hukum Polres Mimika, telah terjaring razia Operasi Patuh 2017 yang digelar sejak 9 Mei lalu. 

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Mimika, AKP Samuel Dominggus Tatiratu, SIK mengatakan pihaknya melakukan penindakan kepada para pelanggar Lalin dengan elektronik tilang (E-Tilang), dan beberapa diantaranya masih dilakukan dengan tilang secara manual.

"Tilang manual digunakan kepada masyarakat yang kurang memahami bagaimana menggunkan HP, mereka belum mengerti sama sekali alur hukum. Kami permudah mereka dengan tilang manual," kata Samuel, di Timika, Rabu (17/5). 

Samuel memprioritaskan penerapan E-Tilang yang dinilai lebih praktis bagi pelanggar yang memahami teknologi. Sejauh ini sebanyak 143 pelanggar membayar denda dengan fasilitas E-Tilang dan 70 pelanggar masih manual.

Adapun pelanggaran Lalin, kata Samuel, banyak di dominasi pengendara tanpa helm, TNKB (plat nomor), SIM, dan lainnya. Pelanggar tersebut umumnya dilakukan pengendara roda dua. 

"Jika kendaraan roda dua yang baru keluar dari dealer nantinya kita akan beri pemahaman untuk segera mengambil plat nomor di Samsat. Banyak juga kendaraan menggunakan plat nomor palsu," kata dia. 

Operasi Patuh digelar serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini mengutamakan tindakan represif atau penegakan hukum terukur bagi setiap pelanggar lalu lintas di jalan raya. 

Operasi Patuh bertujuan antara lain mewujudkan disiplin pengguna jalan dalam berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, dan menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, mengurai titik kemacetan, dan menciptakan kerjasama instansi lalu lintas. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment