151 Siswa SD Inpres Kwamki II Ditamatkan

Bagikan ke Google Plus
Alfred Douw
SAPA (TIMIKA) - Sekolah Dasar (SD) Inpres Kwamki II pada Rabu (24/5) menggelar acara penamatan dan pelepasan 151 murid Kelas VI dari total 162 murid, tahun ajaran 2016/2017. Acara tersebut berlangsug di Gedung Tongkonan, Jalan Sam Ratulangi, Sempan.

Hadir dalam acara tersebut Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Alfred Douw, Kepala SD Inpres Kwamki II, Paulina Agapa, Komite Sekolah SD Inpres Kwamki II, guru dan staf serta para orang tua murid kelas VI.

Asisten III Setda Kabupaten Mimika dalam sambutannya mengatakan, 151 murid Kelas VI tersebut telah usai menempuh pendidikan enam tahun di jenjang SD. Hal itu berarti tugas dari para guru telah selesai dan murid-murid tersebut harus dikembalikan kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Anak-anak ini mereka telah selesai menempuh pendidikan dasar, jadi kami akan serahkan kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke SMP," kata Alfred dalam sambutannya.

Menurut Alfred, pendidikan sangat penting bagi masa depan anak-anak selaku generasi penerus bangsa, sehingga Alfred mengatakan agar murid-murid terus meraihcita-cita setinggi yang di impikan, tapi itu juga harus didukung oleh orang tua.

"Sebagai generasi ilmu itu sangat penting, tapi perlu dukungan orang tua," katanya.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala SD Inpres Kwamki II didalam sambutannya mengatakan, anak-anak didik yang telah menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Kwamki II memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi perlu diketahui bahwa anak-anak tersebut membuat adanya satu keluarga yang telah dibina selama enam tahun. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan orang tua pada pihak sekolah untuk membantu mendidik anak-anak.

"Kita ketahui anak didik kita yang sudah selesai menempuh pendidikan ini dengan latar belakang yang berbeda tapi kita sudah menjadi satu selama enam tahun itu karena kepercayaan orang tua kepada guru-guru," kata Paulina.

Lanjut Paulina, proses kegiatan belajar dan mengajar selama enam tahun dalam membina dan mendidik bukanlah hal yang mudah dan singkat, itu semua karena kerjasama antara pihak orang tua dengan sekolah.

"Kami telah laksanakan sesuai kemampuan kami selama enam tahun, dimana kami membina, mendidikan, dan mengajar anak-anak ini. Semuanya telah terlaksana dengan baik atas kerjasama kita semua," lanjutnya.

Sebanyak 151 siswa dari 162 telah selesai mengikuti ujian, tapi sebanyak 11 siswa tidak mengikuti ujian karena ada yang telah pindah sekolah, bahkan ada yang tidak mengikuti ujian. Tentunya semua orang tua maupun sekolah mengharapkan hasil yang terbaik bagi anak-anak, oleh sebab itu menjadi pergumulan bersama dari orang tua agar hasil yang akan didapat boleh membanggakan orang tua maupun sekolah.

"Ada 11 anak yang tidak sekolah karena pindah dan tidak mengikuti ujian, saat ini hasil ujian ada dikoreksi, jadi kita sama-sama berdoa supaya ada hasil yang baik untuk semua," tambahnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment