2018 TNI Bangun Pertahanan Udara di Timika

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat pertahanan Negara di seluruh wilayah. Diantaranya TNI AD berencana membangun Satuan Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) di Timika pada 2018 mendatang.

Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika, Letnan Kolonel (Inf) Windarto, mengatakan pembangunan markas artileri penghancur sasaran di udara tersebut merupakan program Mabes TNI untuk memperkuat pertahanan negara di seluruh wilayah Indonesia.

“Satuan Detasemen Arhanud ini untuk membantu kekuatan pertahanan. Untuk Papua rencananya akan dibangun di Timika, Biak, dan Merauke,” kata Windarto di Makodim 1710/Mimika, Rabu (24/5).

Selain itu, lanjut Windarto, perkuatan pertahanan Negara yang diprogramkan mulai tahun 2017-2021 ini juga meliputi peningkatan satuan kewilayaan maupun satuan tempur dengan membangun pangkalan baru di seluruh wilayah titik rawan.

“Untuk teritorial (kewilayaan) akan menambah satuan Kodim dan Koramil. Kemudian satuan tempur akan ditambah Brigade Infanteri dan lainnya,” jelas Windarto.

Mabes TNI Angkatan Darat tahun ini membangun Markas Brigade Infanteri (Brigif) Kostrad di Desa Motilango, Kecamatan Anggrek, Provinsi Gorontalo, yang diharapkan menjadi embrio dari Divisi III Kostrad di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Rencana tahun ini akan dibangun Devisi III Kostrad di wilayah Sulawesi. Saat ini pasukan di Kostrad itu ada Divisi I di Depok, Jawa Barat, dan Divisi II di Malang, Jawa Timur,” kata dia.

Tidak itu saja, perkuatan pertahanan juga dilakukan dengan meningkatkan kekuatan seluruh satuan yang ada. Misalnya peningkatan Detasemen menjadi Batalyon, kemudian Batalyon menjadi Brigade, yang nantinya diikuti penambahasan pasukan.

“Begitupun Kodim (satuan teritorial) juga ada (penambahan pasukan). Itu program dari tahun 2017 sampai 2021 dilakukan secara bertahap,” kata Windarto.

Windarto menambahkan, saat ini banyak negara lain menginginkan Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu potensi ancaman penambahan pasukan Amerika di sejumlah kawasan perbatasan kepulauan Indonesia, seperti di Natuna, Filipina, hingga Timur-Timur.

“Inilah haru kita waspadai. TNI sekarang mulai mengorganisir kekuatan dalam arti melihat posisi mana yang menjadi titik rawan, sehingga disitu akan dibuat pangkalan baru,” pungkasnya. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment