Bendahara Freeport Berikan Kesaksian di Sidang Sudiro

Bagikan ke Google Plus
Bendahara PUK SPSI saat menjadi saksi pada persidangan kasus Sudiro di PN Timika
SAPA (TIMIKA) - Bendahara PT Freeport Indonesia (PTFI), Sugianta, dihadirkan sebagai saksi di sidang perkara dugaan penggelapan iuran organisasi serikat pekerja yang menjerat Ketua PUK SPKEP SPSI PTFI, Sudiro (48).

Selain Sugianta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Timika, Maria Masella dan Yohannes Aritonang juga menghadirkan Bendahara I PUK SPKEP SPSI PTFI, Supardianta, pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Jumat (19/5).

Humas PN Kota Timika yang juga salah satu anggota Majelis Hakim perkara ini, Fransiscus Y Babthista mengatakan,  bendahara Freeport maupun PUK memberikan keterangan terkait setoran, pemotongan, maupun pengelolaan iuran serikat pekerja.

"Dari iuran inikan bendahara yang tahu. Saksi-saksi ini mengetahui secara pasti mengenai iuran yang masuk, dan penggunaan iuran seperti apa, dan lain sebagainya," kata Fransiscus.

Adapun JPU menghadirkan empat saksi, diantaranya Bendahara Freeport dan tiga Bendahara PUK SPSI Freeport. Namun, baru satu saksi (Bendahara Freeport) yang telah dimintai keterangan pada persidangan Jumat (19/5).

"Kami fokus, kalau bisa tiga orang saksi bendahara ini selesai diperiksa Senin, 22 Mei 2017 (pekan depan), supaya kita bisa lanjut pada agenda berikutnya," ujar Fransiscus.

Menurutnya, total tujuh saksi dari 15 saksi yang diajukan JPU telah dihadirkan untuk memberikan keterangan dalam persidangan ini. Termasuk mantan Ketua Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Mimika, Virgo Solossa, selaku saksi pelapor.

"Jadi total 15 saksi yang diajukan JPU, baru 7 yang diperiksa. Sedangkan Penasehat Hukum terdakwa sebelumnya mengajukan sekitar 50an saksi," katanya.

Dalam persidangan tersebut, Penasehat Hukum Sudiro, Wahyu H Wibowo dan Sharon Fakdawer kembali mengajukan penangguhan penahanan kepada Majelis Hakim yang diketuai Relly D Behuku.

"Majelis Hakim sudah menerima permohonan penangguhan penahanan terdakwa. Namun untuk menjawab itu kami akan melakukan musyawarah lagi. Mudah-mudahan pada persidangan selanjutnya (Senin) kami sudah bisa umumkan hasil musyawarah," kata Fransiscus.

Majelis Hakim Apresiasi Pendukung Sudiro

Sementara itu, Fransiscus menyatakan proses persidangan Sudiro kini sudah berlangsung cukup aman dan lancar. Dia mengapresiasi massa pendukung Sudiro yang hadir dengan tertib.

"Kami Majelis Hakim sangat menghargai dan mengapresiasi pengunjung sidang yang datang ikut menyaksikan dengan tertib. Mudah-mudahan kedepan akan terus seperti itu," imbuhnya.

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa mengatakan, pihaknya masih tetap menyiagakan sekitar 200 personel untuk mengamankan sidang Sudiro. Jumlah tersebut sudah berkurang dari sebelumnya sekitar 350 personel.

"Sejauh ini proses persidangan aman-aman saja. Saya pikir beliau (Sudiro) dan pendukungnya ini adalah warga masyarakat kita juga, sehingga tentu taat kepada aturan yang ada," pungkasnya.

Sidang Sudiro dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi akan kembali digelar pada Senin (22/5) pekan depan. Tiga saksi dari Bendahara PUK SPSI Freeport akan dihadirkan JPU untuk memberikan keterangan.

Dalam perkara ini, Sudiro didakwa menggelapkan iuran organisasi dipimpinnya sebesar Rp3,3 miliar yang mestinya disetor ke PC SPSI Mimika. Dia dijerat Pasal 374 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment