Bupati Buka UN Sekaligus PMT Murid SD di Ipaya

Bagikan Bagikan
Bupati secara simbolis membuka soal ujian SD
SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., MH pada Senin (15/5) membuka pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Mimika di SD YPPK St Linus Ipaya. Pembukaan ujian dilanjutkan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada seluruh murid di SD itu.

Dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan ujian tingkat SD, Bupati Eltinus menjelaskan bahwa UN merupakan penentu akhir bagi seluruh murid SD untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP). Oleh sebab itu bupati berharap agar seluruh murid SD di Kabupaten Mimika termasuk 13 murid di SD YPPK St Linus Ipaya dan 34 murid di SD St Fransiskus Amar dapat mengerjakan soal ujian secara baik, sehingga dapat memperoleh nilai yang maksimal.

“Selama inikan kalian (murid-murid) punya guru semua sudah berikan pelajaran untuk mempersiapkan kalian. Jadi kalau kerjakan soal itu harus dipahami betul apa soalnya, baru dijawab,” kata bupati kepada murid-murid di SD St Linus Ipaya.

Tidak lupa bupati menyampaikan kepada para murid, bahwa merekalah generasi pengganti dirinya sebagai Bupati Mimika di masa mendatang, maupun pejabat lainnya dari anak-anak asli Amungme dan Kamoro (Amor). Sehingga bupati mengharapkan agar dapat terus bersekolah untuk menuntut ilmu, dan tetap bersemangat dalam mengikuti ujian.

“Kalau hari ini saya yang jadi Bupati, maka nanti kalian harus bisa gantikan saya. Jangan malas, harus dengar dan turut kepada seluruh guru kalian supaya jadi anak yang baik,” ucap bupati.

Sementara terkait dengan kegitaan PMT yang dilakukan bersamaan usai pembukaan UN, bupati menyampaikan bahwa gizi bagi setiap murid harus selalu diperhatikan, agar otak anak-anak dapat bekerja dengan maksimal dan bersemangat dalam menuntut ilmu. 

Ketika melakukan PMT dan diberikan secara simbolis kepada perwakilan murid SD, bupati berpesan, meski berada di pesisir dan sulit dijangkau dengan pasokan-pasokan makanan yang sehat, semua murid di SD harus bisa mendapatkan PMT kurang lebih sebulan sekali. Sebab hal itu menurut bupati, merupakan asupan bagi stamina dan kineja otak anak-anak.

“Saya juga sadar medan kita ini sangat sulit untuk ditempuh, tapi saya harap bapak dan ibu guru harus betul-betul perhatikan mereka (Murid) semua, baik ilmu pendidikan maupun kesehatan mereka,” tuturnya.

Bupati menambahkan, menjadi seorang guru harus bisa menggantikan peran orang tua saat di sekolah. Jika murid datang ke sekolah dalam keadaan tidak rapi, maka sebagai seorang guru harus merapikan murid yang di didiknya. Begitu pula jika murid datang dalam keadaan lapar, maka guru harus memberikan makanan seadanya agar muridnya tidak kelaparan saat menerima pelajaran di sekolah.

“Untuk para guru saya bangga kepada kalian semua. Terus berjuang untuk anak-anak kita semua, jadikan mereka anak kita bersama dengan perhatian yang khusus,” ucap bupati. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment