Bupati Keluarkan Instruksi Batas Waktu Operasional THM

Bagikan Bagikan
Eltinus Omaleng
SAPA (TIMIKA) – Dalam rangka menjaga ketertiban dan kenyamanan serta menghormati umat Islam dalam menjalankan Ibadah Puasa selama Bulan Suci Ramadhan 1438 H, Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE.,MH, mengeluarkan Surat Instruksi Nomor 1 Tahun 2017 tentang pelarangan penjualan minuman beralkohol, batas waktu operasional Tempat Hiburan Malam (THM), serta penimbunan bahan makanan selama bulan suci ramadhan. 

Isi  surat instruksi yang diberlakukan sejak 24 Mei hingga 30 Juni, ditujukan kepada pemilik Bar, Diskotik, Kafe, Panti Pijat serta Tempat Bilyard, serta pengusaha pangan.

Dalam surat instruksi tersebut Bupati menegaskan, dilarang memperjualbelikan minuman beralkohol  selama Bulan Suci Ramadhan, mentaati peraturan jam buka dan tutup (Operasional), Bar, Diskotik, Kafe, panti Pijat, tempat Bilyar dan sebagainya mulai pukul 21.00:24.00 WIT. Sedangkan untuk siang hari sangat tidak diperbolehkan atau tidak diijinkan.  Selain itu, pedagang atau pengusaha tidak menimbun bahan kebutuhan pokok masyarakat, karena akan menimbulkan gejolak harga yang mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat. 

Apabila tidak mentaati surat instruksi Bupati tersebut, maka akan diberikan sanksi seperti,  penutupan tempat usaha, pencabutan ijin usaha serta sanksi lain sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku. 

Pengawasan surat instruksi Bupati itu menjadi tanggungjawab Kepala Polisi Pamong Praja (Satpol PP), perlindungan masyarakat Mimika, serta dibantu oleh kepolisian polres Mimika.

Dalam surat instruksi Bupati juga meminta setiap warga Mimika wajib menjaga ketertiban dan kenyamanan dalam lingkungan Mimika.

Sekretaris daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (30/5) menjelaskan, terkait dengan pelarangan penimbunan bahan makanan adalah merupakan satu hal penting yang harus diperhatikan oleh semua pengusaha di Mimika agar tidak boleh melakukan penimbunan.

“Kalau ada penimbunan itu sangat merugikan masyarakat, karena dengan begitu para pengusaha bisa bermain harga dan banyaknya beredar makanan kadaluwarsa. Saya harap itu perlu diperhatikan oleh setiap pengusaha,”ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Sekda You juga mengharapkan adanya tindakan dari Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag). Sebab, kebiasaan yang terjadi  di Indonesia dalam momen hari raya keagamaan adalah penimbunan dan kerawanan penjualan bahan makanan berkadaluwarsa.

“Nanti saya akan koordinasi ke Disperindag supaya bisa bertindak dalam pencegahan. Atau biasanya berdasarkan tupoksi juga, selama ini sudah pasti Disperindag sudah bergerak,”tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment