Bupati Larang Orang Tua di Pesisir Bawa Anak Mencari

Bagikan Bagikan
Bupati secara simbolis menyerahkan PMT kepada perwakilan murid SD
SAPA (TIMIKA) - Ketika membuka secara resmi Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Mimika, yang dilaksanakan di SD Yayasan Pendidikan Persekolahan (YPPK) St Linus Ipaya, Senin (15/5), Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE., MH melarang seluruh orang tua di Kampung Ipiri, Paripi dan Ipaya untuk membawa anak-anak mereka ikut mencari nafkah di hulu sungai atau ke laut.

Bupati Eltinus menjelaskan, sudah banyak yang telah disampaikan oleh para guru yang mengajar di pedalaman, khusus di wilayah pesisir. Dalam sebulan, kebanyakan anak-anak pesisir meninggalkan sekolahnya kerena harus mengikuti orang tua ke hulu sungai untuk mencari nafkah sehari-hari.

“Saya melarang mulai sekarang. Kebiasaan itu tidak boleh diteruskan lagi, kasihan anak-anak kalau harus tinggalkan sekolah. Kalau orang tua pergi, anak-anak harus ditinggalkan saja, biar mereka bisa sekolah,” kata Bupati Eltinus.

Eltinus mengatakan, sebagai orang tua, harusnya bisa mengatur waktu mencari nafkah untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama anak-anak mereka. Menurut Bupati, jika dalam rumah tangga suami yang harus ke hulu, maka istri dan anak harus tinggal, mengingat setiap hari anak-anak harus bersekolah untuk menimba ilmu. 

Jaman sekarang, kata bupati, bukan lagi jaman yang sulit untuk bersekolah, sebab semua biaya sekolah sudah ditanggung oleh pemerintah. Bahkan ketika anak-anak belum berprestasi, pemerintah tetap menyalurkan bantuan untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak di seluruh Indonesia.

“Kalau dulu kita memang susah, tapi sekarang ini sudah serba gratis, tinggal bagaimana kita menyemangatkan anak-anak kita,” ujarnya.

“Saya harap guru-guru juga harus terus memberikan pemahaman kepada semua orang tua,” tambah bupati. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment