Caleg Versi SK 16 Datangi KPUD Mimika

Bagikan Bagikan
Foto pertemuan Caleg SK 16 dengan KPUD Mimika
SAPA (TIMIKA) - Menyikapi pertemuan antara mantan anggota DPRD Mimika dan Komisioner KPUD Mimika beberapa waktu lalu dan sempat terjadi ketegangan serta intimidasi, membuat calon legislatif (Caleg) SK 16 mendatangi kantor KPUD Mimika untuk memberikan masukkan kepada Komisoner KPUD untuk menjalankan tugas sesuai keputusan, serta jangan mau di intimidasi oleh pihak manapun.

Salah satu calon legislatif (Caleg) versi SK 16, Max Werluken, kepada wartawan dikantor KPUD Mimika mengatakan kalau kedatangnya bersama rekan-rekan caleg versi SK 16 adalah untuk mendukung penuh keputusan yang nantinya akan diambil oleh KPUD Mimika dalam pelaksanaan pleno. Agar pleno dapat dilakukan tanpa adanya intimidasi serta intervensi dari pihak manapun demi kepentingan pembangunan Mimika.

"Kita datang kesini sebagai masyarakat, kita mendukung KPU supaya tidak ada intimidasi dan intervensi. Apapun keputusan yang diambil untuk kepentingan daerah ini," kata Max dikantor KPUD Mimika, Jalan Yos Sudarso, Kamis (4/5).

Max menjelaskan, pihaknya mendengar kabar ada beberapa ancaman yang ditujukan kepada Komisioner KPUD Mimika, sehingga pihaknya memberikan dukungan agar KPUD Mimika tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan, alias tidak ada intervensi sehingga bisa menghasilkan anggota dewan yang terhormat.

"Kami mengingatkan KPU bahwa jangan ragu-ragu untuk mengambil keputusan, apapun keputusan itu silahkan tetapi tanpa ada intervensi dan tekanan, sehingga KPU betul-betul berguna bagi daerah ini," jelasnya.

Pada kedatangan itu, Max bersama rekan-rekannya juga menyerahkan beberapa dokumen sebagai acuan dalam pengambilan keputusan oleh KPUD Mimika, diantaranya SK, Keputusan PT TUN Jayapura, serta surat dari Panwaslu yang menerangkan bahwa SK 17 cacat hukum. Pasalnya, awal penetapan SK 17 mengalami keberatan dari beberapa parpol, sehingga dinilai cacat hukum. Itu juga agat KPU dalam pengambilan keputusan nantinya tidak gegabah. 

"Kami juga menyerahkan dokumenya. Apapun yang terjadi, segala keputusan yang cacat hukum ya tetap cacat. Itu sebagai masukan kepada KPU. Jangan sampai keputusan yang mereka ambil salah," katanya.

"KPU Mimika tidak usah khawatir, tidak usah takut, mari ambil keputusan sesuai dengan keputusan yang benar," tembahnya.

Sementara itu Ketua KPUD Mimika, T Ocefina Magal, membenarkan kedatangan beberapa caleg versi SK 16 untuk mempertanyakan kedatangan para mantan anggota DPRD Mimika yang beberapa waktu lalu kedatangannya dinilai oleh Caleg SK 16 merupakan tindakan intimidasi. 

"Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kedatangan bapak-bapak dewan dua hari yang lalu, dan mereka menganggap bahwa kita di intimidasi," kata Ocefina Magal.

Namun, Ocefina yang sering disapa Oce tersebut menilai persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu dan dilakukan oleh mantan anggora DPRD Mimika merupakan suatu hal yang wajar, sebab Oce memahami dalam kondisi seperti dialami seperti ini maka kemungkinan besar segala sesuatunya akan terjadi, namun alangkah baiknya hal tersebut dihindari.

"Saya berpikir persoalan yang terjadi itu dalam kondisi seperti ini apa saja bisa terjadi dan saya pikir pentingnya kita hindari," jelasnya.

Persoalan berkaitan dengan status dewan saat ini sudah lama, dan pastinya sebagai seorang manusia pasti mempunyai batas kesabaran sehingga persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu tidak musti dipersoalkan.

"Masalah dewan ini sudah makan waktu lama dua setengah tahun, sehingga secara manusia punya batas kesabaran, jadi saya pikir tidak perlu untuk kita persoalkan atau besar-besarkan," terangnya.

Berkaitan dengan pleno, lanjut Oce, Komisioner KPUD Mimika yang ada saat ini tidak mengetahui tentang hasil perolehan suara serta penetapannya. 

"Terus yang menyangkut dengan putusan tadi. Kalau kita kembali pada saat pleno, kita ini tidak tahu apa-apa. Yang pelakunya inikan mantan Komisioner KPU yang lama Yohanis Kemong CS. Jadi kalau mereka minta penjelasan atas pleno yang terjadi di Eme Neme dan di Jayapura, kami tidak bisa jawab, karena kami bukan pelakunya,” terangnya.

Oleh sebab itu Oce meminta kepada kedua belah pihak agar tidak berpegang pada prinsipnya masing-masing. Jika demikian maka persoalan ini tidak akan selesai dan masyarakat akan dikorbankan. Oleh sebab itu perlu adanya langkah terbaik yang harus diambil untuk menyelamatkan Mimika.

"Kalau kita bertahan pada dua prinsip, daerah ini mau dikemanakan? Jadi kita bicara yang baik untuk selamatkan daerah ini, kita jangan bicara dua kubu dan saya pikir persoalan ini tidak akan selesai," katanya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment