Dandim Pastikan Program Serbuan Teritorial Tetap Berlanjut

Bagikan Bagikan
Kegiatan Komsos yang digelar oleh Kodim 1710 Mimika
SAPA (TIMIKA) - Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letnan Kolonel (Inf) Windarto, memastikan bahwa program serbuan teritorial tetap berjalan untuk meringankan berbagai kesulitan masyarakat, terutama di kampung-kampung. 

"Program teritorial tetap dilaksanakan, tidak hanya satu item saja. Serbuan teritorial untuk membantu masyarakat, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan," kata Windarto di Timika, Rabu (24/5). 

Pimpinan TNI AD, kata Windarto, telah mengeluarkan kebijakan tentang program serbuan teritorial yang harus dilaksanakan oleh satuan komando kewilayaan (Kodim dan Koramil) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

"Contoh dibidang pembangunan itu misalnya membantu masyarakat membuat jamban (MCK). Tetapi itu program kami TNI sendiri, dana dari TNI, bukan dari pemerintah daerah," kata Windarto. 

Adapun beberapa kegiatan melalui program ini, yaitu  pendampingan dalam mewujudkan ketahanan pangan, gerakan membangun sejuta jamban rakyat (Gema Sang Juara), komsos kreatif, karya bakti kreatif, lomba jurnalistik, program “Cinta” (cerita indah tanah air), dan program pelatihan bela negara. 

Menurut Windarto, TNI memandang beberapa permasalahan yang perlu menjadi fokus perhatian, diantaranya ketahanan pangan yang belum dapat diwujudkan, kondisi infrastruktur yang buruk, kerusakan lingkungan hidup yang makin memprihatinkan, merebaknya penyalahgunaan narkoba, serta mulai memudarnya wawasan kebangsaan. 

Menyikapi persoalan tersebut, Kodim 1710/Mimika juga memperkuat peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam menyampaikan wawasan kebangsaan untuk mengantisipasi paham-paham yang berseberangan dengan ideologi NKRI. 

Windarto menegaskan bahwa TNI selalu mengantisipasi pergerakan sekecil apapun oleh kelompok manapun yang berusaha memecah belah bangsa dan merongrong kedaulatan NKRI. 

“Setiap pergerakan sekecil apapun harus antisipasi. Siapapun yang berusaha merongrong kedaulatan NKRI, merubah dasar negara Pancasila, silahkan berhadapan dengan TNI,” tegasnya. 

Windarto menekankan kepada Babinsa agar selalu berada di tengah-tengah masyarakat khususnya di kampung-kampung (desa). Babinsa dalam melaksanakan kegiatan teritorial diharapkan bisa memberi pemahaman bela negara dan wawasan kebangsaan.  

“Disampaikan kepada masyarakat bahwa kalau kebhinnekaan itu ada yang mencoba memecah belah, itu akan sangat mengkhawatirkan negara kita sendiri," kata Windarto. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment