Dinkes Mimika Akan Bangun Klinik Khusus

Bagikan Bagikan
Philipus Kehek
SAPA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, akan membangun dua klinik khusus untuk penderita penyakit jiwa dan penderita kusta. Pembangunan dua klinik ini sendiri dilakukan dengan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

“Untuk klinik kejiwaan dan kusta sudah fiks akan kita bangun tahun ini. Karena sudah dimasukkan dalam APBD, dan kami berharap diterima,” Kata Kepala Dinkes, Philipus Kehek M.Si, saat diwawancarai wartawan di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (16/5).

Ia mengatakan, hal ini menjadi salah satu prioritas Dinkes, mengingat di Timika jumlah penderita sakit jiwa sudah semakin banyak. 

“Untuk jumlahnya belum bisa saya pastikan. Tapi kita lihat banyak wajah-wajah baru (orang gila) di Timika ini,” katanya.

Sementara untuk penderita kusta yang juga semakin meningkat ini, juga terkadang petugas masih kebingungan harus diarahkan kemana. Olehnya itu klinik kusta juga sangat diperlukan.

“Kami rencana kedua klinik ini akan dibangun di lokasi yang sama di SP1,” tuturnya.

Philipus menambahkan, di tahun 2017 ini, Dinkes tidak melakukan pembangunan fisik dengan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sambungnya, pengalokasian DAK di tahun 2017 ini diprioritaskan untuk kegiatan-kegiatan dalam bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. 

“Kegiatannya tidak ke pihak ketiga lagi. Tapi untuk jumlahnya saya belum ketahui,” kata Philipus.

Ia mengungkapkan, pengalokasian DAK di tahun ini memang berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Yang mana ditahun sebelumnya dana tersebut berjumlah mendekati Rp110 miliar. Dimana kebanyakan untuk kegiatan fisik, seperti pembangunan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Timika.

Salah satu pengalokasian DAK, yakni untuk transportasi pengadaan obat dari Jakarta ke Timika. Saat ini juga sudah dilakukan pelelangan karena nilainya melebihi Rp500 juta.

“Pengadaan obat tetap pakai pihak ketiga, tapi bukan untuk pembangunan fisik,” ujarnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment