Dinkes Mimika Dinkes Batalkan Pembangunan Puskesmas di Ipaya

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, membatalkan rencana pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Ipaya. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes, Philipus Kehek saat diwawancara di Kantor Pusat Pemerintahan, Jalan Cenderawasih, SP 3, Senin (22/5).

Kehek menuturkan, pembatalan pembangunan didasarkan oleh pertimbngan waktu. Yang mana saat ini sudah masuk bulan ke enam. Sementara KUAPPS masih sementara disusun dan RKA baru akan dibuat setelahnya, sehingga pembangunan tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

"Dengan kondisi yang saat ini kita hadapi, mengingat waktu yang terbatas jadi kita batalkan dulu," tuturnya.

Ia mengatakan, awalnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng telah menyetujui pembangunan tersebut, akan tetapi,  bupati kembali menundanya dengan pertimbanga waktu tersebut.

"Ipaya itu karena pertimbangan waktu. Pak Bupati awalnya setuju dengan pembangunan Puskesmas di Ipaya. Jadi sementara semua tidak jalan dulu, dan akan dikerjakan di 2018," katanya.

Dijelaskan, seluruh kegiatan fisik Dinkes 2017 ditiadakan. Hal ini melihat proses penyusunan KUAPPS dan RKA yang bisa memakan waktu hampir dua bulan, dan sudah pasti untuk kegiatan fisik akan dilanjutkan dengan proses pelelangan yang juga membutuhkan waktu yang sama.

"Proses itu saja sudah masuk bulan ke sepuluh, jadi sisa dua bulan terakhir apa bisa kita lakukan pembangunan dengan waktu sesingkat itu? Kemungkinan 2018 baru ada pembangunan fisik," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta maaf kepada masyarakat atas pembatalan pembangunan Puskesmas di Ipaya dan juga seluruh pembangunan fisik dari Dinkes di tahun 2017 ini.

Ia menambahkan, atas pertimbangan ini juga, Bupati Omaleng telah menyampaikan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk meniadakan pembangunan. 

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng, SE.MH berkomitmen agar Puskesmas yang dibangun di Ipaya, Distrik Amar harus berlantai dua dan berstandar Rumah Sakit.  Hal ini, dikarenakan jangkauan ke kota Timika sangat jauh jika sewaktu-waktu adanya pasien rujukan. Selain itu, pertumbuhan penduduk pun akan semakin bertambah.

“Saya tidak mau di sini cuma ada Pustu tapi harus Puskesmas dan harus dibangun dua lantai. Itu modelnya macam di Puskesmas Timika Jaya SP 2,”ungkap Omaleng ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas dan Koperasi Gerbang Emas di Kampung Paripi, Distrik Amar, Senin (15/5).

Diakui, sejak kunjungannya beberapa bulan lalu ke Ipaya, dirinya telah melihat kondisi Pustu tersebut yang  sangat tidak layak dan berkapasitas tidak sesuai dengan jumlah masyarakat di tiga kampung. 

“Ini bukan main-main lagi. Sampai kapan kita masih harus pakai Pustu? Karena jika begitu terus, maka hingga seratus tahun pun Mimika tidak akan maju,”tuturnya.

Selain itu, menurutnya, pembangunan Puskesmas tersebut, salah satu dari visi dan misi Presiden Jokowi yang mengharuskan pembangunan di Indonesia dimulai dari pesisir. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment