Dinkes Mimika Investigasi Kasus Malnutrisi Balita

Bagikan ke Google Plus
Reynold Ubra
SAPA (TIMIKA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika berencana melakukan investigasi adanya dugaan kasus malnutrisi (masalah gizi) pada sejumlah anak di bawah lima tahun (Balita) di wilayah Kota Timika.

Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra, mengatakan jajarannya mulai turun ke lapangan Senin (22/5), untuk melakukan investigasi di dua wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) seputaran Kota Timika.

Reynold menjelaskan pihkanya mendapat informasi gangguan tumbuh kembang balita karena adanya penyakit penyerta. Meski begitu, dia belum bisa menyimpulkan jika itu telah termasuk kasus gizi buruk.

"Belum bisa kita langsung simpulkan sebagai kasus gizi buruk meski berat badan berada di Bawah Garis Merah (BGM) di KMS (kartu menuju sehat)," jelas Reynold kepada wartawan di Timika, Minggu (21/5).

Belum lama ini ditemukan tujuh anak di wilayah Puskesmas Timika memiliki berat badan di bawah standar WHO dan memiliki riwayat penyakit Tuberculosis (TB). Kemudian, Puskesmas Timika telah memberikan tindakan berupa Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMTP) setiap hari selama tiga bulan atau 90 hari.

Sementara Puskesmas Jile Yale juga menemukan dua balita malnutrisi sejak Februari 2017 lalu. Pukesmas setempat telah memberikan tindakan berupa kunjungan rutin ke rumah penderita untuk mengontrol berat badan dan memberikan asupan nutrisi tambahan.

Menut Reynold, investigasi dibutuhkan untuk menelusuri riwayat dan kondisi keluarga balita yang bersangkutan. Kemudian tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sekaligus memastikan status gizinya.

"Hasil investigasi akan menjadi dasar tindakan dan penanganan selanjutnya. Hasil investigasinya juga akan kami buka ke media," kata Reynold.

Adapun persoalan gizi pada balita terjadi karena kekurangan asupan protein untuk energi. Masalah pada tingkat ringan biasa disebut kurang gizi. Pada tingkat selanjutnya bisa dikategorikan gizi buruk. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment