Disnakertrans PR Awasi Karyawan Kembali Bekerja

Bagikan Bagikan
Septinus Soumalena
SAPA (TIMIKA) -  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan  Rakyat (Disnakertrasn PR) Kabupaten Mimika, Septinus Soumalena mengatakan pihaknya ikut mengawasi seluruh karyawan yang kembali untuk bekerja, sebab sejak Selasa (2/5) PT Freeport Indonesia mulai menarik sebagian karyawan yang telah di PHK dan difurlough (Cuti) serta terlibat dalam aksi mogok.

Ketika diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintah, Jalan Cenderawasih, Poros SP 3, Distrik Kuala Kencana Rabu (3/5) Septinus mengakui, pada pertemuan bersama yang dilakukan di Rimba Papua Hotel (RPH), Minggu (23/4) Manajemen   PT Freeport telah berkomitmen memberhentikan PHK dan Furlough kepada karyawan dan akan mengembalikan semua karyawan untuk ditempatkan pada posisi semula.

“PTFI sudah menyuruh mereka kembali bekerja sejak hari Selasa. Itu makanya hari ini (Kemarin Red) saya awasi di Gorong-Gorong apakah mereka mengindahkan panggilan itu, atau mereka tetap pada pendirian untuk tetap mogok,” ujarnya.

Terkait adanya aksi mogok, dirinya mengakui bahwa aksi mogok tersebut adalah unprosedur karena tidak memiliki surat ijin yang seharusnya diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Disnakertrans.

“Itu tidak ada ijinnya sama sekali, seharusnya surat ijin tersebut disampaikan minimal tujuh hari sebelum mogok berlangsung,”tuturnya.

Selanjutnya Septinus mengakui, Pemda Mimika sangat keras menegaskan agar PTFI, kontraktor dan privatisasi harus memberhentikan PHK dan furlough dan berusaha mencari solusi sehingga semua karyawan yang telah di-PHK dan di furlough sebisa mungkin dikembalikan.

Dengan demikian, dengan  telah dipanggil kembali para karyawan tersebut oleh PTFI, maka Pemda Mimika mengharapkan pertimbangan dari setiap karyawan agar bisa menerima baik niat pengembalian yang dilakukan perusahaan tersebut.

“Yah kalau sudah dipanggil untuk kembali bekerja, saya rasa alangkah baiknya kembali saja. Karena kita kerja untuk kelangsungan hidup keluarga. Ingat istri dan anak harus dihidupi,”ungkapnya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment