Disnakertrans PR Klaim Telah Perjuangkan Nasib Karyawan

Bagikan Bagikan
Andarias Nauw
SAPA (TIMIKA) – Dinas tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat (Disnakertrans PR), melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan, Andarias Nauw, SH., mengakui bahwa sejak dimulainya kisruh antara PT Freeport dan Pemerintah Pusat, pihaknya telah memperjuangkan secara sepenuh hati dalam mempertahankan nasib para karyawan, khususnya yang di PHK dan di Furlough.

Andarias ketika diwawancara di ruang kerjanya, Senin (29/5) mengakui, disetiap tuntutan yang dilakukan dalam bentuk mogok dan aksi demo, isi tuntutan masih yang sama yakni meminta pemberhentian Furlough karyawan kepada PTFI. Akan tetapi semenjak aksi pertama dilakukan Pemkab sudah perjuangkan agar tuntutan-tuntutan itu harus dipenuhi PTFI.

“Intinya kami sangat memperjuangkan nasib ribuan karyawan. Saya rasa juga tuntutan itu sudah dipenuhi, karena atas kesepakatan bersama itu fourlough sudah diberhentikan sejak 23 maret lalu,”ungkapnya.

Dijelaskan, saat ini pihaknya kembali menerima surat ijin perpanjangan mogok langsung dari Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia (PUK SP-KEP SPSI PTFI), SK Nomor : KEP.010/PP SPKEP/SPSI/IV/2017 tertanggal 22 Mei 2017. 

Andarias mengakui surat perpanjangan tersebut merupakan hak dari sebagian karyawan yang masih ingin menuntut keinginannya kepada PTFI, namun sebagai perwakilan pemerintah pihaknya hanya bisa menjembatani.

“Sebebanrnya kita juga bingung dengan mogok yang sekarang diinginkan lagi, karena kita merasa poin-poin yang dituntut sudah dijawab dan PTFI juga telah memanggil kembali untuk bekerja,”tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya hanya bisa pada tupoksi selaku fasilitator mediasai dan penyelesaian pengaduan-pengaduan yang akan disampaikan. Pengaduan yang dimaksudkan menurut Andarias adalah, mengantisipasi adanya pengajuan ijin mogok ke tiga kali atau selanjutnya, sebab jika terus berkepanjangan, maka langkah penyelesaiannya adalah proses hukum.

“Kita selalu siap untuk menunggu pengaduan karyawan PHK untuk jika harus diteruskan ke jalur hukum. Memang sejauh ini, kami belum terima pengaduan,”ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment