E-Tilang Belum Bisa Maksimal Diterapkan di Timika

Bagikan Bagikan
Kanit Regident Satlantas Polres Mimika, Iptu Novindriani Gultom
 jelaskan proses E-Tilang.
SAPA (TIMIKA) - Pembayaran denda pelanggaran lalu lintas menggunakan aplikasi elektronik tilang (E-Tilang) oleh kepolisian diyakini belum bisa diterapkan secara maksimal di Timika, Papua. 

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Mimika, AKP Samuel D Tatiratu, mengatakan penerapan E-Tilang terkendala pengetahuan warga terhadap fasilitas berbasis teknologi tersebut. 

"Masih banyak pelanggar yang tidak mengerti sistem ini. Misalnya saat diberikan nomor Briva (BRI virtual akun), yang bersangkutan belum tahu menggunakannya. Makanya tilang manual tetap jalan bersamaan," kata Samuel, Rabu (3/5).

Padahal, Samuel mengatakan sistem E-Tilang memberikan banyak kemudahan bagi para pelanggar dalam membayar denda atas pelanggaran yang dibuat, tanpa harus diproses lebih lama dengan tilang secara manual. 

"Pelanggar bisa membayar denda langsung ke ATM bank BRI. Sistim ini jauh lebih efektif dan efisien dibanding tilang manual," kata Samuel.

Selain itu, aplikasi E-Tilang yang diakses melalui handphone pintar Android diyakini bisa meminimalisir praktik pungli oleh oknum petugas. Sebab setiap pelanggar akan didata langsung identitasnya, nomor handphone, jenis pelanggarannya, lalu ter-input secara otomatis dalam sistem secara online. 

"Pelanggar kemudian akan mendapatkan pesan singkat berupa nomor Briva 15 digit. Saat hendak membayar, nomor inilah yang ditunjukkan pelanggar ke bagian teller bank atau membayar melalui ATM," jelasnya. 

Pelanggar secara otomatis  akan menerima notifikasi, kemudian ikut terkonfirmasi dari aplikasi yang diakses oleh petugas. Aplikasi tersebut akan menunjukkan warna hijau apabila pelanggar telah membayar denda. 

"Bagi yang telah membayar tinggal membawa bukti pembayaran ke petugas untuk mengambil barang bukti," jelas Samuel.

Sejauh ini, MoU Polres Mimika dengan Kejaksaan Negeri Timika, Pengadilan Negeri Kota Timika, dan Bank BRI Cabang Timika belum ditandatangani oleh Kepala Korlantas Mabes Polri. 

"Karena itu, dendan E-Tilang masih menggunakan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," pungkasnya. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment