Empat Pramuria Kilo 10 Positif Gunakan Obat Terlarang

Bagikan ke Google Plus
Operasi bersinar yang digelar BNNP Papua di lokalisasi Kilo 10
SAPA (TIMIKA) - Empat pramuria atau Wanita Pekerja Seks (WPS) lokalisasi Kilometer 10, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, terdeteksi menggunakan obat-obatan terlarang, salah satunya diduga jenis Somadril. 

Empat WPS tersebut terdeteksi dari 235 WPS lokalisasi Kilo 10 yang menjalani pemeriksaan urine, saat razia bersandi operasi bersinar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua, Kamis (18/5) malam.

Kegiatan yang melibatkan BNNK Mimika dan Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika tersebut, merupakan lanjutan dari operasi sebelumnya di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Timika, pada Rabu (17/5) malam kemarin. 

Kepala Bidang Brantas BNNP Papua, AKBP Muhammad Safei, didampingi Kepala BNNK Mimika, Syarifudin, dan Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Lorentius Kordiali, sekaligus memberikan sosialisasi terkait penyalahgunaan Narkotika. 

AKBP Muhammad Safei mengatakan, sample (contoh,red) urin empat WPS Kilo 10 yang ditemukan positif menggunakan obat terlarang tersebut masih akan diperiksa lebih lanjut. Ini dilakukan untuk memastikan jenis obat apa saja selain Somadril yang mereka konsumsi. 

"Jadi pengakuannya, mereka konsumsi obat-obat itu agar tidak mengantuk tunggu tamu. Tapi akibatnya muncul penyakit insomnia, susah tidur dan bisa berujung penyakit," ujarnya.  

Safei memang mensinyalir obat terlarang itu paling banyak beredar di lokalisasi maupun THM seperti bar dan rumah bernyanyi. Karena itu, kawasan tersebut menjadi sasaran utama BNNP Papua. 

Menindak lanjuti temuan ini, BNNK Mimika bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap lingkaran jaringan peredaran obat Somadril dan obat terlarang lainnya, terutama Narkotika. 

Ketua Bamuskam Kampung Kadun Jaya, Rahim, kesempatan ini mengatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh pemilik wisma di lokalisasi Kilo 10 untuk menandatangani naskah kesepakatan bersama.

"Jadi siapa yang ada anak buahnya menggunakan narkoba, maka wismanya harus tutup. Kita harus tegas begitu. Kami akan pasang papan informasi di jalan masuk 'wilayah ini bebas narkoba'," tandasnya. 

BNNP Papua telah menggelar kegiatan serupa di beberapa kabupaten dengan sandi 'operasi bersinar'. Selain melakukan pemeriksaan urine, petugas BNN juga melaksanakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).  (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment