Erens Meokbun : Philipus Kehek Diminta Jangan Lari dari Kenyataan

Bagikan ke Google Plus
Erens Meokbun
SAPA (TIMIKA) - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Erens Meokbun, menyikapi kasus penerimaan 300 tenaga honorer yang menjadi sorotan Bupati Mimika Eltinus Omaleng beberapa waktu lalu.

Erens meminta Kadinkes Mimika saat ini, Philipus Kehek, agar jangan seolah-olah lari dari kenyataan ini lalu melimpahkan kesalahan kepada orang lain atau lempar batu sembunyi tangan. 

“Dia (Philipus Kehek) ingin melimpahkan kesalahan ke saya dan dia cuci tangan. Saya mau bilang, jangan karena ini ketahuan kemudian dapat marah dari bupati, lalu mau lari dari kenyataan. Koreksi diri baik-baik," kata Erens di Timika, Rabu (24/5). 

Erens menyoroti pernyataan Philipus Kehek yang menyebut 300 tenaga honorer yang direkrut tersebut tidak seluruhnya dilakukan pada saat dirinya menjabat. Menurut Philipus, hanya 50 diantaranya yang direkrut saat dirinya menjabat, lalu sisanya direkrut semasa kepemimpinan kepala dinas kesehatan sebelumnya.

Erens mengemukakan, bahwa saat dirinya menjabat sesungguhnya hanya 150 tenaga honorer yang direkrut. Maka itu, dia menganggap Philipus Kehek hanya ingin cuci tangan lantas melemparkan kesalahan kepada orang lain. 

"Saat saya menjabat hanya 150 tenaga kesehatan direkrut dengan perencanaan anggaran yang jelas setiap tahunnya. Jika tenaga honorer Puskesmas sekarang ini membludak, itu dari mana? zaman saya tidak pernah seperti itu," ujarnya. 

Erens justru mengajak Philipus Kehek sebaiknya koreksi diri dalam hal perekrutan tenaga kesehatan yang saat ini sudah begitu banyak dan tidak jelas penempatannya. Hal ini juga sempat menjadi sorotan serius oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. 

"Walaupun sudah tidak aktif (menjabat) saya tetap memantau pembangunan kesehatan Mimika baik dari sisi tenaga maupun program kesehatan. Bahkan belakangan ini, saya sering dihubungi tenaga puskesmas mengeluhkan kondisi menajamen akibat penerimaan 300 orang tenaga honorer itu," jelasnya. 

Karena itu, dirinya berharap Bupati Omaleng bisa menunjuk penjabat Kepala Dinas Kesehatan dari unsur profesi kesehatan. Menurutnya, Kepala Dinas dituntut untuk betul-betul memahami persoalan kesehatan dari sisi kebijakan hingga persoalan teknis di lapangan.

“Ada beberapa dari pegawai kita di Dinas Kesehatan yang kompeten dan paham betul persoalan kesehatan di Mimika. Saya minta Bapak Bupati bisa memperhatikan ini,” imbuhnya. (Sevianto Pakiding/Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment