Evaluasi Tenaga Guru Bukan Sekedar Wacana

Bagikan Bagikan
 Jenni O. Usmany
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni O. Usmany, mengakui bahwa evaluasi tenaga guru bukan sekedar wacana, melainkan akan dilakukan karena sudah merupakan ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemdikbud).

Evaluasi tenaga guru bertujuan untuk mewujudkan pelaku pendidikan yang bermutu dan berkualifikasi.

Ketika diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Kamis (4/5), Jenni mengatakan guru-guru di sentra pendidikan merupakan salah target yang harus dan akan di evaluasi. Sebab, di sekolah tersebut merupakan sekolah yang memiliki murid dominan anak-anak asli Papua sehingga guru yang mengajar harus berlatarbelakang pendidikan guru.

“Nanti kita akan cek guru-guru yang mengajar disana. Kan tidak mungkin saya bisa menembak kalau saya bukan polisi atau atlet menembak. Nah begitu juga guru, tidak mungkin dia hanya berdiri dan mengajar lurus-lurus baca di buku,” tuturnya.

Namun, jika ada lembaga pendidikan yang menolak dengan pemberlakuan evaluasi tenaga guru maka Jenni akan menunjukan keaslian latar belakang pendidikan bagi semua guru di sekolah tersebut, sehingga publik mengetahui alasan guru tersebut dikeluarkan.

Menurut Jenni, aturan yang diberlakukan dari pusat harus dilaksanakan di setiap daerah, sebab proritas pendidikan Indonesia adalah seluruh anak Indonesia termasuk di Mimika harus mendapatkan pendidikan yang layak dan dari tenaga pengajar yang profesional di dalam bidangnya. 

“Jangan serta merta mengatakan bahwa ini kelakuan tidak adil dari Kadispendasbud. Saya sering bilang, semua yang saya terapkan disini adalah berdasarkan program pusat,” jelasnya.

Persoalan evaluasi tenaga guru sebelumnya sudah di diskusikan bersama Wakil Bupati Yohanis Bassang, dan beliau pun berkomitmen setelah memasuk tahun ajaran baru maka semua peraturan tersebut harus tetap dijalankan, karena dinas dalam hal ini pemerintah daerah tidak miliki kebijakan untuk menabrak aturan lebih tinggi yang datangnya dari pusat.

Contoh keterpurukan pengangkatan guru pada tahun-tahun sebelumnya adalah ketika dahulu kategori I dan II banyak dari dinas pendidikan, tetapi kebanyakan tidak memenuhi syarat sebagai seorang tenaga pendidik. Dengan demikian menurut Jenni, dirinya tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sudah pernah terjadi itu.

“Siapa yang mau mengulangi kesalahan yang sama? Jadi sekarang mereka yang dulu diangkat itu banyak ditempatkan di sekolah-sekolah dengan kualitas yang tidak memenuhi syarat,” ungkapnya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment