Feature : Menanti Diujung Harapan Anak Asmat Jadi Dokter

Bagikan Bagikan

SEHARI telah lewat. Rombongan Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos bersama media ini berlayar menumpang dengan menggunakan mesin speedboat berkekuatan 115 PK melintasi jalur maut, Tanjung Bokap dan Muara Bayun menuju Distrik Pantai Kasuari. 

Bagi setiap petugas, Polisi, Tentara, Kepala Distrik, Guru, Para Medis, Pastor, Pendeta, Kepala Kampung dan warga masyarakat senantiasa berharap, ketika melintasi Tanjung Bokap dan Muara Bayun teduh.

Bagaimana tidak! Kisah nestapa dan haru, Sr. Sisilia Kelbulan, TMM, Kepala SDN Inpres Semendoro, Stefanus dan enam jiwa manusia tenggelam akibat ombak menerpa longboat dan ditemui terdampar meregang nyawa. Tragedi itu masih hidup dan melekat erat dalam ingatan. Peristiwa yang melahirkan kegelisahan dan ketakutan. Semua orang diantar pada penyerahan diri  sambil berharap melintasi wilayah itu, dari dan ke Distrik Pantai Kausari dan sekitarnya ataupun sebaliknya dari Pantai Kasuari menuju ke Agats selamat dari maut.

Berbeda, ketika kami melintasi dua titik itu, Sabtu (13/5) pagi. Cuaca sangat bersahabat. Meskipun, speedboat yang kami tumpangi sedikit jumping dan mengocok isi perut hingga leher terasa pegal. Kami merasa sedang berselancar mengarungi laut yang berwarna kecoklatan. Ombak yang menggulung lembut ibarat punggung gajah menerpa speedboat,  bagai obat mujarab menenangkan kegelisahan dan ketakutan semenjak start dari Dermaga Fery Asmat, tepat di beranda depan Pospol Asmat.

Sejauh mata memandang, kaki sinar sang surya yang sedang bermesraan dengan permukaan laut membiaskan cahaya kemilau indah hingga bulu kuduk merinding. Pemandangan panorama alam menghiasi sepanjang bibir pantai menyuguhkan keindahan tiada tara di singgasana alam semesta. Benar! Tembang manis yang dilantunkan Edo Kondologit, “Papua Surga Kecil yang jatuh ke bumi.”

Tiada terasa, dua jam 45 menit, rombongan sudah merapat di Dermaga papan milik seorang guru asal Jawa, Puriyanto. Pa guru Puryanto sudah lama mengabdi di wilayah itu. Warga masyarakat dari berbagai kampung yang hendak menyaksikan pelantikan kepala kampung mereka menyambut rombongan Bupati Asmat dengan wajah berseri-seri sambil memegang Tifa. Mereka mengira Bupati Asmat bersama rombongan menumpangi speedboat pagi itu.

Sehari menikmati senda gurau dengan warga Pantai Kasuari, dan semalam menikmati udara segar dan terang rembulan menerangi malam. Terlelap dalam lautan mimpi sang angin, sinar surya, langit yang cerah dan cuaca yang bersahabat menanti pagi.

Tibalah pada agenda utama, di Aula SMPN I Pantai Kasuari, Minggu (14/5) siang, Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Dandim 1707 Merauke, Letkol Inf. Heri Krisdianto, Wakapolres Asmat, Sam Rumes Mamisala dan Asisten I Setda Asmat, Yustus Kakom, S.Sos melantik Kepala Kampung Distrik Pantai Kasuari, Derkomur dan Kopay.

Dalam sambutannya, usai melantik kepala kampung meminta kepala kampung menjaga guru-guru, petugas kesehatan supaya betah bertugas. Kepala kampung ujung tombak penantian dan menjawab harapan bersama guru-guru bisa mencetak anak-anak Asmat menjadi dokter, pilot, insinyur, dan ahli matematika serta fisika.

“Saya dan adik saya Thom selalu berharap dan berharap seberkas sinar harapan selalu menyertai anak-nak Asmat bisa menjadi dokter, pilot, ahli matematikan dan fisika. Saya berjuang siang dan malam berpikir bagaimana caranya menghantar anak-anak Asmat rajin ke sekolah, sehingga mereka memiliki masa depan di kemudian hari. Itu penantian panjang yang selalu hidup dalam batin saya diujung harapan setelah berakhir masa jabatan saya. Anak Asmat ada yang jadi dokter, pilot dan insinyur. Saya minta Kepala Kampung ikut mendorong mensukseskan program 1000 hari pertama kehidupan manusia. Sehingga kita di kemudian hari bisa bernafas lega menyaksikan anak-anak Asmat yang cerdas, ada yang menjadi dokter dan pilot,” tuturnya.

Misi harapan mencekoki pikiran Kepala Kampung mensukseskan program pendidikan tidak hanya sampai di Pantai Kasuari. Dari Kamur, Ibu Kota Distrik Pantai Kasuari, Bupati Asmat bersama rombongan dengan menggunakan delapan buah speedboat menyusuri Kali Krongkel menuju muara Bayun menyisir sepanjang lautan lepas di  tepi pantai Sanptambor dan Yaptamor dan belok ke kiri memasuki muara Kali Fayit.  Dari muara Kali Fayit speadoat meliuk-liuk menuju Dermaga Papan di Kampung Basim, Distrik Fayit. Perjalanan dari Kamur menuju Basim kurang lebih satu jam 45 menit. Perjalanan hari itu, ibarat speedboat melintasi di atas sebuah permadani yang licin dan mulus.  Rombongan  Bupati semalam lagi menikmati remang-remang malam dan udara segar di Kampung Basim, dimana rumah penduduk setempat berjejer sepanjang bibir Kali Fayit.

Di bawah sinar sang surya, Senin (15/5) pagi dan hembusan angin dari bibir Kali Fayit, Bupati Asmat didampingi Damdim 1707 Merauke, Wakapolres Asmat, Kepala Distrik Fayit, Antonius Orem, S.Sos dan Pastor Paroki Basim, Bavo Velendithy, Pr  membuka secara resmi dalam apel akbar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 93 orang anak kelas enam di SDN Inpres Basim.  Sebelum, ia melantik kepala kampung dari tiga distrik, antara lain, Distrik Fayit, Aswi dan Safan.  

Ke 93 anak yang mengikuti USBN itu berasal dari delapan SD Inpres, diantaranya SD Inpres Basim 29 anak, SD Inpres Bagair, 4 orang anak, SD Inpres Biopis 17 anak, SD Inpres Ocenep 15 anak, SD Ipres Nanai 7 anak, SD Inpres Wiyagas, 1 anak, SD Inpres Pirien 7 anak, SD Inpres Bagair II, 3 orang anak dan SD persiapan negri Piramat, 5 orang anak, serta  SD Persiapan Negri Tauro 5 orang.

Dihadapan 93 anak itu, Bupati Asmat memotivasi mereka mengerjakan soal USBN dengan tenang. Ia mengajak jika soal ujian merasa sulit dikerjakan, serahkan kepada Tuhan, biarkanlah Tuhan yang menyelesaikan. “Saya berharap kamu semua selalu bersyukur dan bersyukur dan menyerahkan diri kepada penyelenggaraan ilahi. Biarkanlah sang ilahi yang menyelesasikan semua perkara yang kita merasa sulit. Selamat mengikuti ujian dan sukses selalu,” tuturnya disahut gegap gempita anak-anak itu: “Siap dan terima kasih pa bupati!”

Pada giliran usai pelantikan kepala kampung, ia mengajak para kepala kampung menjadi garda terdepan dan menjadi panutan bagi warga yang lain dengan memberi contoh mendidik anak rajin ke sekolah.  Kepala kampung menjadi panutan mengawasi dan melindungi guru-guru dan petugas kesehatan supaya betah bertugas di kampung-kampung.

“Saya minta anak-anak kepala kampung diajak rajin sekolah. Supaya warga masyarakat ikut berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya. Saya minta kepala kampung pecut orang tua yang tidak sekolahkan anak-anaknya. Salah satu tugas dan fungsi kepala kampung memastikan pendidikan berjalan lancar. Guru-guru dan petugas medis berada di tempat tugas. Jaga mereka supaya mereka betah bertugas. Kita sama-sama berharap diujung masa bakti kita sebagai kepala kampung dan bupati bisa menyaksikan anak-anak ada yang menjadi dokter, pilot, insinyur dan banyak yang tamatan sarjana. Bagaimana kepala kampung siap menjaga guru-guru supaya betah bertugas di kampung-kampung,” teriaknya disahut serempak: “Siap….!”

Usai pelantikan kepala kampung di Distrik Fayit, sekitar pukul 14.00 Wit tepat bertolak dari Basim menuju muara Kali Fayit melintasi lautan lepas dan belok ke kiri di muara Kali Bets menuju ke Distrik Atjs. Semalam istirahat bersama-sama rombongan Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST, setelah ia melantik kepala kampung, Distrik Suator, Korowae Buluanop, Kolofbrasa dan Distrik Joutu.

Rombongan Bupati Asmat, di Distrik Ats bersama-sama menyaksikan Wakil Bupati Asmat melantik kepala kampung Distrik Atjs, Sirets, Auwyu, Ayip dan Distrik Betcbamu. Sebelum menyaksikan Wakil Bupati Asmat melantik kepala kampung, Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos memantau jalannya USBN di SD YPPK Atjs dan SD Inpres Atjs.

Di dua sekolah itu, ia mengajak dan memotivasi guru-guru rajin bertugas dan menjaga kesehatan. “Saya titipkan anak-anak sekolah SD ini pada bapa ibu guru. Saya berharap diantara mereka ada yang menjadi dokter, pilot dan insinyur nanti,” harapnya.

Hari itu di Distrik Atjs dari pagi hingga memasuki acara pelantikan sekitar pukul 10.15 waktu setempat, Selasa (16/5) pagi diguyur hujan deras. Usai doa pembukaan hujan berhenti dan terang benderang hingga usai pelantikan dan mengiringi perjalanan Bupati Asmat dan Wakil Bupati Asmat serta rombongan kembali ke Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats.

Kepada media, Elisa bermimpi 10 tahun mendatang bisa menyaksikan anak-anak Asmat ada yang tamat kedokteran, insinyur dan pilot. “Makanya, saya dan adik saya Thom sudah sepakat, setiap kesempatan mengunjungi kampung-kampung untuk memastikan guru, petugas medis berada di tempat tugas.  Aparat kampung bisa mengontrol jalannya pendidikan dan kesehatan. Karena, pendekatan personal seperti itu, saya berharap mimpi saya dan Thom bisa terwujud,” ujarnya. (Sergi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment