Feature : Merayakan Kehidupan Merakit Perubahan Di Awok

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat, Dandim 1707 Merauke, Wakapolres Asmat sedang berbagi kasih dengan warga Kampung Awok, Distrik Sirets Kab. Asmat di dalam Jew
“Siapkanlah sampanmu dan bentangkanlah layarmu. Mari kita berlayar bersama meraih masa depan yang lebih cerah. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Jangan menyianyiakan kesempatan. Berkat Tuhan sedang menanti bagi setiap warga Asmat yang bekerja keras mempersiapkan anak cucu dengan menyekolahkan mereka,” petuah Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Dandim 1707 Merauke Letkol. Inf. Heri Krisdianto dan Wakapolres Asmat, Kombespol. Sam R. Mamisala dihadapan Kepala Kampung Awok dan 600 san warga Kampung Awok dalam Jew (Rumah Bujang) di Kampong Awok, Selasa (16/5) sore.

Rombongan Bupati Asmat yang menggunakan tiga buah speedboat dari Distrik Atjs selepas mendampingi Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST melantik 30 Kepala Kampung, Distrik Atjs, Joerat, Betcbamu, Ayip dan Auwyu, Selasa (16/5) siang di Distrik Atjs meliuk-liuk melintasi Kali Bets dan Kali Sirets menuju warga Kampung Awok, Distrik Sirets. 

Warga menyambut rombongan Bupati Asmat di depan dermaga ukuran enam meter persegi dengan khas budaya setempat. Dan lorong menuju Jew yang terdiri dari 13 Tungku Api dihiasi janur hingga masuk ke dalam Jew Kampung Awok. Tiga ibu paruh baya bergantian  mengoles wajah dan kepala  Bupati Asmat, Dandim, Wakapolres serta Wartawan Salam Papua dengan tepung sagu. Lalu, tua adat mengenakan topi kebesaran warga setempat dan buluh burung pombo kepada Bupati disusul Dandim dan Wakapolres Asmat. 

Menurut warga setempat, Timotius Pasue menyebutkan, sagu itu merupakan makanan pokok warga setempat. Simbol sagu cermin dari  kekuatan atau kelangsungan hidup manusia. Maka, hakekat dari simbol itu merupakan pengintgrasian hidup warga setempat dengan  Bupati Asmat, Dandim dan Wakapolres serta masuk dalam Jew sudah menjadi bagian dari nafas hidup warga Kampung Awok. Dan, Warga setempat mengenakan topi adat kepada Bupati, Dandim, Wakapolres sebagai lambang warga setempat menginisiasikan mereka sebagai pimpinan atau kepala perang. “Itu makna dari setiap inisiasi itu,” katanya.

Tampak, tiga ibu sambil memegang tangan Bupati, Dandim dan Wakapolres memasuki Jew yang dihiasi dengan janur dari pucuk kelapa yang diiris kecil-kecil, sehingga terlihat indah dan semarak. 

Mulai dari bay, anak, tua muda dan orang tua hingga orang tua yang memasuki usia uzur duduk rapi masing-masing tungku api. Terdengar, seorang tua adat memekikan bahasa perang disambut dengan para penabuh Tifa memukul Tifa memeriahkan penyambutan rombongan Bupati Asmat dalam Jew yag diwarnai dengan bergoyang ala budaya Asmat di dalam Jew.

Timotius  yang juga seorang majelis gereja Kampung Awok menjelaskan, rombongan Bupati setelah diinisiasi secara adat dan dirayakan dalam gerak dan musik Tifa. Itu pratanda, warga setempat bersukacita merayakan kemenangan hidup  bersama-sama dengan Bupati Asmat dan Wakil Bupati Asmat dan para Muspida. “Itu rentetan dari upacara tadi,” katanya.

Usai merayakan kehadiran Bupati Asmat, Dandim dan Wakapolres Asmat dalam musik dan bergoyang ala Asmat. Warga setempat menyapa Bupati Asmat dan rombongan seraya mengucapkan terima kasih. 

“Bapa Bupati minta maaf seharusnya upacara syukur atas kehadiran Bupati dan rombongan saat ini disela-sela kesibukan yang padat ke setiap Distrik melantik Kepala Kampung masih menyempatkan diri mengujungi warga Kampung Awok, terima kasih. Meskipun, kami kecewa seharusnya tidak trjadi seperti ini. Karena seharusnya bapa bisa makan bersama warga dan menyaksikan pesta ulat sagu. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih,” tuturnya sambil meminta tua adat berdoa ucapan syukur dalam doa adat warga setempat.

Kebersamaan warga Kampung Awok dan keindahan alammnya seindah warganya menyambut rombongan Bupati Asmat dalam tradisi budaya yang sangat kental. “Bapa Bupati sudah menjadi bagian dari hidup warga kami. Maka, kami mohon kekurangan dari sana-sini, terutama gereja kami di kampung ini tertimpa pohon tumbang mengenai gereja. Kami minta tolong. Anak-anak yang tamat sekolah kalau bisa mereka mendapat tempat menjadi tenaga honor ataupun PNS,” katanya.

Menjawab hal itu, Bupati Asmat pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan warga Kampung Awok. “Saya dan adik saya Thomas Eppe Safanpo menyampaikan terima kasih dan hormat yang tinggi kepada Kepala Kampung dan warga Kampung Awok memilih saya dan adik saya Thom di Kampung ini, menang 100 persen. Pilkada sudah selesai, giliran kita bekerja keras. Batin saya akan senang dan gembira kalau kamu semua mewujudkan kemenangan itu dengan menyekolahkan anak-anak di kampung ini. Saya bisa menjadi Bupati Asmat, karena saya sekolah. Maka saya minta anak-anak semua sekolah. Hanya dengan sekolah kita bisa merubah wajah kampung ini ke depan,” tuturnya disahut dengan pekikan khas Asmat.

Menurutnya permohonan anak warga Kampung Awok menjadi tenaga honorer dan PNS akan diperhatikan secara khusus sesuai dengan kebutuhan. “Saya kira itu bisa diakomodir sejauh ada yang tamat SMA. Maka saya minta khusus anak-anak dikampung ini dorong mereka untuk sekolah. Masa depan Asmat ini ada dalam genggaman kalian,” katanya.

Bergantian Dandim dan Wakapolres Asmat meminta anak-anak setempat yang memenuhi syarat jenjang sekolah dan kesehatan bagus bisa diusahakan masuk menjadi tentara dan polisi. “Kami akan usahakan sejauh anak-anak sehat dan paling tidak tamat SMP serta SMA. Yang sakit kudisan tidak masalah gampang diobatti yang penting sehat dan berminat menjadi tentara dan polisi,” kata Dandim dan Wakapolres bergiliran.

Tampak dipenghujung acara, seorang tua adat meminta warga yang sudah menyiapkan bekal bagi Bupati dan rombongan. “Bapa, ibu semua yang ada. Pa Bupati sudah memberikan kita oleh-oleh berupa beras dan uang. Kini giliran kita memberikan bekal berupa apa saja yang ada pada kita,” tuturnya.

Tampak, tiga orang mama usia senja bergiliran meletakan sagu tumang diletakan di depan Bupati Asmat, Dandim 1707 Merauke dan Wakapolres Asmat sambil memekik dalam bahasa perang Asmat. Setelah itu, mereka beramai-ramai mengiringi Bupati Asmat dan rombongan menuju Dermaga yang hanya belasan meter dari Jew hendak melanjutkan perjalanan dengan speedboat kembali ke Agats. (Sergi)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment