Guru di Asmat Diminta Jujur dan Berintegritas Tinggi

Bagikan Bagikan
Kadis Pendidikan Asmat, Donatus Tamot, S.Pd, M.Pd foto bersama usai rapat bersama guru guru SMPN I Sawa Erma
SAPA (ASMAT) – Kepala Dinas Pendidikan Asmat, Donatus Tamot, S.Pd, M.Pd didampingi Kepala Sekolah SMPN I Sawa Erma dalam rapat bersama 17 orang guru SMPN I Sawa Erma meminta meminimalisir kecurangan dan tidak membantu anak-anak peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP).

“Saya minta guru-guru tidak curang dengan membantu anak-anak menjawab soal UNBKP ini. Guru-guru saya harapkan semua jujur dan berintegritas tinggi. Karena, kita mau hasil ujian itu murni hasil dari anak-anak itu sendiri. Dan kita mau mengukur hasil ujian itu sekaligus proses ujian terhadap guru-guru. Sejauh mana guru-guru disiplin bertugas, kompetensinya dalam proses belajar mengajar. Maka saya minta kita bisa atasi tingkat kecurangan,” pintanya dalam rapat bersama guru usai monitoring dan berdialog dengan peserta UNBKP di SMPN I Sawa Erma, Rabu (3/5) siang.

Dalam rapat itu, Tamot juga mensosialisasikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun depan. Sosialisasi program literasi, perpustakaan penujunag bagi guru dan peserta didik serta peserta UNBKP tidk lulus tidak bisa mengikuti ujian paket.

“Saya mau sampaikan bahwa tahun depan pelaksanaan UN bagi sekolah-sekolah yang sudah siap fasilitasnya seperti komputer dan jaringan telkomsel sudah menerapkan UNBK. Lalu tahun ini bagi anak-anak yang tidak lulus tidak ada ujian paket. Bagi yang tidak lulus ikut UN lagi tahun depan,” ujarnya.

Dikatakannya program literasi memang sangat erat kaitannya dengan fasilitas penunjang mesti memiliki perpustakaan. Perihal tersebut, dia meminta para guru tetap dengan apa yang dimiliki mengembangkan program literasi itu di sekolah. 

“Saya berharap dengan apa yang kita miliki program tetap berjalan sambil Pemerintah Daerah melengkapi kebutuhan-kebutuhan program literasi. Tadi malam kalau ada yang mengikuti siaran TV Presiden akan mendorong program literasi dengan meminta Kantor Pos mengirim buku-buku ke pelosok tanah air mengirim buku-buku dengan gratis. Bagaimana ada yang menonton. Kalau ada yang menonton masalah perpustakaan dan buku-buku penunjang untuk perserta didik dan guru-guru harap terjawab cepat dengan program yang dicanangkan Presiden kita sekarang,” katanya.

Dia juga meminta Kepala Sekolah SMPN I Sawa Erma mempersiapkan data-data untuk menerapkan pendidikan berpola asrama di SMPN I Sawa Erma, kebutuhan persiapan UNBK tahun depan, termasuk kebutuhan tiga ruang kelas yang ruanganan sudah tidak memenuhi syarat sebagai ruangan proses belajar mengajar. 

“Saya minta Kepseki persiapkan data-datanya. Meski saya sudah mencatat. Dan saya minta pula merubah papan nama sekolah, cap dan kop surat. Karena nomen klatur Dinas Pendidikan Kabupatren Asmat tidak lagi seperti nomen klatur pada waktu lalu, yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga. Saya kira begitu ya. Saya mau monitoring lagi di SMP Satu Atap di Sawa,” katanya. (Sergi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment