Kemajuan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

Bagikan Bagikan
Pemotongan Kue Hardiknas ke 109
SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, SE.MSi., mengatakan pengimplementasian tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-190 tahun 2017 yakni Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas berada pada diri setiap orang, sebab kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Pendidikan  yang merata itu akan bisa terwujud kalau semua pihak turut berperan di dalamnya,” ujar Wabup Bassang ketika menyampaikan sambutan selaku Inspektur Upacara (Irup) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-190 di halaman Kantor Sentra Pemerintahan, Jalan Cenderawasih, Poros SP 3, Distrik Kuala Kencana, Selasa (2/5).

Dijelaskan, pendidikan yang merata dan berkualitas bukan saja tugas pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan, baik Dispenmen atau Dispendasbud, akan tetapi merupakan tanggung jawab orang tua, para guru, masyarakat di setiap tempat tinggal serta lingkungan luas. 

Diakui, pendidikan merupakan jendela pembuka keberhasilan dan penutup ketertinggalan. Hal ini dikarenakan, bidang pendidikan merupakan awal dari proses kemajuan pada bidang lain, dalam hal ini jika tanpa diawali dengan mengenyam pendidikan, maka manusia tidak akan bisa meramba atau berkembang dalam bidang lainnya.

“Jadi sekarang itu bagaimana caranya  guru harus mengasah kemampuannya sehingga bisa mendidik muridnya, demikian juga dengan murid harus bisa memanfaatkan waktu dan selanjutnya peran orang tua juga harus super ekstra,” tuturnya.

Dalam upacara bersama yang dihadiri oleh perwakilan seluruh Murid TK dan PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, para guru serta Forkompida Mimika tersebut Wabup Bassang secara khusus menilai, bahwa pendidikan di Mimika saat ini masih perlu banyak pembenahan kendati terdapat  berbagai kemajuan, sebab sebagian dari kemajuan tersebut merupakan acuan untuk jauh lebih baik dan bisa mencapai pemerataan.

“Pendidikan kita di Mimika sudah banyak kemajuan, tapi masih harus dibenahi, khususnya untuk di pedalaman pantai dan juga pegunungan,”ungkapnya.

Teladani Ki Hajar Dewantara


Secara khusus Wabup Bassang katakan, para Guru se-Mimika harus bisa meneladani tiga semboyan pahlawan Pendidikan Nasional  Ki Hajar Dewantara yakni, Ing ngarso sung tulodo Yang artinya adalah di depan memberi teladan, dengan kata lain, jika kamu seorang pemimpin, jadilah teladan bagi orang-orang di sekitarmu. Ing madyo mangun karso yang artinya, di tengah kesibukan, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat bagi orang-orang di sekitar. Tut Wuri Handayani  yang artinya, seorang pemimpin harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang atau menjadi motivasi dan semangat bagi orang-orang sekitar.

“Kalian semua (para guru-Red) adalah gambaran semboyan itu. Jika itu yang kalian lakukan, maka terwujudlah tema Hardiknas kita,”ungkapnya.

Kata Wabup, yang terjadi di setiap sekolah yang ada di pedalaman Mimika, baik pesisir pantai atau pun pegunungan, pemerataan pendidikan belum berjalan maksimal dikarenakan tidak adanya keaktifan peran orang tua dan masyarakat.

Dengan demikian, para guru yang bertugas di pedalaman dituntut untuk dapat menjalankan tugas pengabdian sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

“Beberapa tahun terakhir ini banyak guru yang sebelumnya bertugas di pedalaman meminta nota tugas ke sekolah yang ada di kota. Saya harap itu perlu dibenahi dari Dinas,”ungkapnya. 

Terkait dengan kendala yang dihadapi para guru di pedalaman Wabup mengatakan, bahwa ia memahami situasi yang dialami para guru ketika berhadapan dengan situasi keterbatasan akses di pedalaman, akan tetapi sebagai guru seharusnya berkomitmen dengan seluruh keadaan dan situasi, sebab yang diemban adalah tugas Negara.

Meski demikian, dirinya pun mengimbau agar Dinas Pendidikan di Mimika harus mengevaluasi kembali seluruh kondisi dan situasi yang dihadapi para guru di pedalaman, sehingga para guru pun merasakan kenyamanan demi pemerataan pendidikan.

“Kita harus saling bersinergi. Kalau memang di tempat anda mengajar itu aman, jangan malas dengan alasan tidak aman. Begitu juga untuk dinas harus bisa menanggapi cepat,” ujarnya. (Acik N)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment