Kembalinya Beberapa Perwira Polisi di Mimika Mengandung Pertanyaan

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Adanya keberatan terkait di kembalikannya beberapa perwira polisi untuk bertugas lagi di Kabupaten Mimika. Sebab oknum perwira polisi yang dimaksud dianggap telah membuat suatu masalah sehingga di mutasi ke daerah lain, namun kini malah ditugaskan lagi untuk kembali ke Mimika.

Mantan anggota Komisi A DPRD Mimika yang sebelumnya telah dilantik, namun SK pelantikannya telah dicabut kembali oleh Gubernur, merasa keberatan terkait kembalinya sejumlah perwira polisi yang sebelumnya telah di mutasi dari Mimika.

“Sangat tidak sepakat dengan kehadiran beberapa perwira yang sudah nyata-nyata mereka diduga terkait beberapa kasus, tetapi kapolda yang lama ini ada apa mereka mengembalikan kesini lagi," tanya Saleh Alhamid mantan ketua Komisi A DPRD Mimika, saat ditemui wartawan dikantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Rabu (3/5).

Saleh menduga pengembalian beberapa perwira polisi tersebut teradapat unsur politik didalamnya. Bahkan hal tersebut terjadi setelah kapolda yang lama Irjen Pol Paulus Waterpauw ditunjuk salah satu partai politik untuk maju menjadi calon gubernur Papua 2018 mendatang.

"Kami menduga bahwa pengembalian tugas perwira tersebut ada hubungannya dengan kapolda lama yang akan maju menjadi calon gubernur. Dalam tanda tanya kami apakah mereka ditempatkan menjadi tim sukses? Untuk itu kapolda baru kami minta untuk menarik ulang perwira polisi yang sudah dipindahkan tersebut, agar pemilu gubernur dapat berjalan tidak ada indikasi dan intimidasi yang terjadi nantinya," ungkap saleh.

Sementara itu salah satu mantan anggota Komisi A DPRD Mimika, Markus Timang, juga mengatakan hal senada meminta kepada kapolda Papua yang baru untuk menarik kembali para perwira tersebut dari Mimika. Diduga akan intervensi di masyarakat untuk memilih salah satu calon pada pemilihan gubernur yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan. 

"Kepada para perwira yang sudah dipindah dari sini kemudian dikembalikan lagi kesini, saya minta dan mohon kepada kapolda yang baru untuk di tarik kembali ke Jayapura. Karena ada indikasi akan terjadi intervensi dan intimidasi. Kami sebagai rakyat tidak mau ada intervensi dan intimidasi dari pihak aparat penyelenggara hukum, dalam hal ini pihak kepolisian pada saat pesta demokrasi yang akan digelar 2018," pinta Markus Timang. 

Menurut Markus, apakah sudah tidak ada lagi polisi lain dengan pangkat yang sama untuk ditugaskan di Mimika, padahal sudah bukan rahasia lagi sejumlah oknum perwira polisi yang dikembalikan tersebut sebelumnya bermasalah. Sebaiknya kata Markus, jika sudah bermasalah sehingga dipindahkan dari Mimika agar jangan lagi dikembalikan ke daerah dimana masalah itu dibuat, seharusnya pimpinan Polri memberikan kesempatan kepada perwira lain agar ada pemerataaan dan sama-sama dapat menikmati dan merasakan bagaimana bertugas di Mimika.

"Apakah tidak ada perwira polisi lain kah? kenapa mereka itu dikembalikan kesini lagi? Ini pasti ada sesuatu dan tanda tanya besar. Harusnya yang sudah bermasalah dan dipindahkan dari sini, itu gantinya yang lebih baik lagi. Saya rasa ini sangat memaksakan, karena ada sesuatu dibalik ini," kata Markus. (Ricky Lodar)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment