Kepala Kampung Mulia Kencana Buka USBN di Sub Rayon 19

Bagikan Bagikan
Kepala Kampung SP 7 saat menerima dokumen UN
SAPA (TIMIKA) – Kepala Kampung Mulia Kencana - SP 7, Samsul Bahri, membuka pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di Sub Rayon 19, yang diadakan di SD Inpres Timika 7, Kampung Mulia Kencana – SP 7, Distrik Iwaka. Pelaksanaan ujian di Sub Rayon 19 diikuti oleh tiga sekolah, diantaranya SD Inpres Timika 7, SD Inpres Timika 9 dan SD Negeri 8, dengan jumlah siswa sebanyak 68 anak. 

“Saya dan berada dibawah Kepala Kampung, jadi kita undang untuk membuka sampul pelaksanaan ujian tahun 2017 pada Senin kemarin,” kata Kepala SD Inpres Timika 7 sekaligus Ketua Sub Rayon 19, Izak Dogomo, S.Pd, saat menyambangi redaksi Salam Papua, Jalan Elang, Rabu (17/5).

Dijelaskan Izak, pembukaan sampul ujian dihari pertama disaksikan langsung oleh pihak keamanan dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, dan ujian dikatakan berjalan dengan baik berkat kerjasama semua pihak.

Izak mengharapkan agar semua pihak bisa sama-sama peduli dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Mimika. Tentu berkat kerjasama yang baik dengan Dispendasbud dalam melaksanakan pendidikan yang bertujuan memperbaiki generasi dan memberikan motivasi kepada siswa maupun guru.
“Saya berharap semua pihak mau peduli terhadap pendidikan di Mimika,” kata Izak.

Sementara itu Kepala Kampung Mulia Kencana - SP 7, mengaku memberikan apresiasi kepada pihak SD Inpres Timika 7. Menurutnya, diketahui bersama bahwa tidak semua Kepala Sekolah memahami fungsi kepala kampung, dan apa yang dilakukan SD Inpres Timika 7 bisa dibilang telah mengerti dan menyadari keberadaan di daerah yang dipimpin oleh kepala kampung.

“Terima kasih banyak untuk pihak sekolah yang telah bekerjasama dalam pelaksanaan ujian ini dengan mengundang saya untuk membuka USBN,” kata Samsul Bahri.

Menurutnya lagi, kadang sekolah lupa bahwa kepala kampung adalah penanggungjawab wilayah kerjanya dan merupakan pimpinan tertinggi di kampung yang menjadi lokasi dimana sekolah berada.

“Rata-rata mereka cenderung menginginkan ujian dibuka oleh bupati maupun Kadispendasbud,” tuturnya.

Samsul menambahkan, ini salah satu kerjasama yang sudah terjalin sejak lama, dan dengan adanya kerjasama yang baik dari pihak sekolah ini, kedepan bisa saja dirinya mengupayakan kegiatan fisik yang bisa dilakukan di sekolah tersebut dengan dana yang bersumber dari Dana Desa (DD).

“Bisa saja untuk timbun halaman sekolah ataupun bangun MCK untuk siswa-siswinya. Tapi kalau mereka tidak ada kerjasama sama sekali, ya bagaiman saya bisa upayakan untuk bantu mereka,” ujarnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment